Sekitar 8,13 juta saham. Sebesar itulah tambahan posisi Lo Kheng Hong di PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) dalam satu periode pelaporan, berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek yang dirilis Rabu, 8 April 2025, dengan data per akhir Maret 2025.
Kini investor kawakan itu menggenggam 218.032.800 saham GJTL, setara 6,257 persen dari total saham beredar. Sebelumnya, posisinya tercatat 209.898.500 saham atau 6,023 persen. Bukan pergerakan masif di atas kertas. Tapi Lo Kheng Hong tidak pernah belanja tanpa kalkulasi.
Penambahan ini mempertahankan posisinya di kelompok pemegang saham atas 5 persen, bertahan di tiga besar struktur kepemilikan GJTL.
Di puncak, Denham Pte Ltd sebagai pemegang pengendali mendominasi dengan 1.724.972.443 saham atau 49,5 persen. Persis di bawahnya, Compagnie Financiere Michelin, raksasa ban asal Prancis, mengunci posisi di 348.480.000 saham atau tepat 10 persen. Struktur kepemilikan macam ini agaknya cukup nyaman bagi Lo Kheng Hong untuk terus akumulasi tanpa khawatir soal rebutan kendali perusahaan.
Total saham beredar GJTL tidak berubah: tetap 3.484.800.000 lembar, seluruhnya tercatat di Bursa Efek Indonesia. Tidak ada saham treasury. Tidak ada buyback yang mengusik perhitungan.
Porsi free float tergerus tipis ke 33,77 persen dari sebelumnya 34 persen, seiring berkurangnya saham publik non-warkat dari 1,18 miliar menjadi 1,17 miliar lembar. Memang begitu cara kerjanya. Sebagian kepemilikan publik berpindah tangan ke portofolio Lo Kheng Hong.
Jumlah pemegang saham dengan Single Investor Identification stabil di kisaran 25.820 investor. Cukup untuk bikin penasaran. Ketika "Warren Buffett Indonesia" nambah posisi, orang ingin tahu apa yang ia lihat di balik laporan keuangan itu.
GJTL bergerak di industri ban, segmen yang sensitif terhadap harga karet alam, kurs rupiah, dan permintaan kendaraan bermotor, baik roda dua maupun empat. Kinerjanya mengikuti siklus otomotif dengan cukup setia. Apakah ada sesuatu di balik angka-angka fundamental yang membuat Lo Kheng Hong semakin yakin? Jawabannya baru terbaca beberapa kuartal lagi, kalau sinyal awal ini memang layak dibaca sebagai sinyal.