Lima warga Italia tewas dalam ekspedisi penyelaman gua di Atol Vaavu, Maldives, Kamis (14/5), sekitar 100 kilometer di selatan ibu kota Male. Insiden ini diyakini menjadi kecelakaan menyelam tunggal paling mematikan yang pernah tercatat di negara kepulauan Samudra Hindia tersebut.
Kelimanya masuk ke air pada Kamis pagi dari atas kapal Duke of York, sebuah kapal liveaboard yang menjadi base camp para penyelam. Awak kapal melaporkan mereka hilang sekitar pukul 13.45 waktu setempat setelah tidak kunjung muncul ke permukaan. Pencarian besar-besaran pun digelar, melibatkan pesawat dan perahu cepat.
Angkatan Pertahanan Nasional Maldives (MNDF) menyatakan satu jenazah berhasil ditemukan di dalam gua pada kedalaman sekitar 60 meter. Empat jenazah lainnya diyakini masih berada di lokasi yang sama. Tim penyelam berperalatan khusus telah dikirim ke sana, dan MNDF menyebut operasi ini sebagai misi berisiko sangat tinggi.
Kementerian Luar Negeri Italia di Roma membenarkan kematian kelima warganya. "Para penyelam diyakini tewas saat mencoba menjelajahi gua pada kedalaman 50 meter," ungkap kementerian tersebut. Penyebab pasti kematian belum terungkap. Polisi mencatat cuaca di kawasan itu sedang buruk dan peringatan kuning telah dikeluarkan untuk kapal penumpang serta nelayan.
Yang membuat tragedi ini terasa lebih berat adalah siapa yang ada di dalam rombongan. Monica Montefalcone, 55 tahun, profesor madya biologi kelautan di Universitas Genoa sekaligus pakar ekosistem terumbu karang yang namanya dikenal luas di komunitas sains Eropa, ikut dalam penyelaman itu. Seluruh karier akademiknya didedikasikan untuk memahami dunia laut. Dunia laut yang kemudian merenggut nyawanya.
Bersamanya, ada Giorgia Sommacal, putri kandungnya yang baru berusia 20 tahun. Kehadiran sang putri dalam ekspedisi diduga untuk mendampingi aktivitas lapangan ibunya. Korban lain yang sudah diidentifikasi: Gianluca Benedetti, Federico Gualtieri yang baru lulus dari Universitas Genoa, dan Muriel Oddenino, asisten peneliti di universitas yang sama.
Nyaris semua berafiliasi dengan Universitas Genoa. Bukan perjalanan wisata biasa, ini ekspedisi riset. Keahlian selam para korban pun disebut sangat mumpuni, yang justru mempertegas betapa brutalnya kondisi gua bawah air yang mereka hadapi ketika cuaca memburuk.
Universitas Genoa menyampaikan duka melalui unggahan di media sosial. "Universitas Genoa menyampaikan belasungkawa terdalam atas meninggalnya Monica Montefalcone, putrinya Giorgia Sommacal, Muriel Oddenino, dan Federico Gualtieri secara tiba-tiba dan tragis," tulis pihak universitas.
Kedutaan Besar Italia di Sri Lanka saat ini memberikan bantuan konsuler kepada keluarga para korban. Bagi komunitas ilmiah, kepergian Montefalcone dan rekan-rekannya agaknya meninggalkan luka yang tidak mudah pulih dalam waktu dekat.