SELASA, 29 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Lima Penyelam Italia Tewas di Gua Bawah Laut Malad...

Internasional

Lima Penyelam Italia Tewas di Gua Bawah Laut Maladewa, Cuaca Halangi Pencarian Jenazah

Tragedi menyelam terburuk dalam sejarah Maladewa: lima warga Italia, sebagian besar akademisi Universitas Genoa, tewas di sistem gua bawah laut Atol Vaavu. Baru satu jenazah ditemukan.

Operasi Pencarian Lima Penyelam Italia di Maladewa Terkendala Cuaca Buruk

Satu jenazah. Itu satu-satunya yang berhasil diangkat ke permukaan hingga Sabtu (16/5/2026), dua hari setelah lima penyelam asal Italia hilang di kedalaman gua bawah laut Atol Vaavu, Maladewa. Empat korban lainnya masih terjebak di bawah sana, sementara cuaca buruk terus menghambat delapan penyelam yang diterjunkan otoritas setempat.

Pemerintah Maladewa menyebut tragedi ini sebagai kecelakaan menyelam paling mematikan dalam sejarah negara kepulauan itu. Kelima korban turun ke sekitar 50 meter, atau sekitar 160 kaki, ke dalam sistem gua di dekat Pulau Alimatha pada Kamis (14/5/2026), menggunakan kapal pesiar Duke of York sebagai basis operasi. Tidak satu pun kembali ke permukaan.

Yang membuat insiden ini lebih dari sekadar kecelakaan wisata biasa adalah siapa para korbannya. Monica Montefalcone bukan wisatawan sembarangan. Ia profesor Ekologi Kelautan Tropis dan Ilmu Bawah Air di Universitas Genoa, ahli biologi kelautan yang agaknya sudah ratusan kali turun ke laut. Bersamanya, Giorgia Sommacal, putrinya yang baru berusia 20 tahun, lulusan teknik biomedis dari kampus yang sama. Dua korban lain, Muriel Oddenino dan Federico Gualtieri, instruktur selam sekaligus pakar biologi kelautan. Gianluca Benedetti, satu-satunya yang bukan dari lingkaran akademisi, bekerja sebagai manajer operasional kapal Duke of York.

Jenazah Benedetti ditemukan di dekat pintu masuk sistem gua. Lima orang berpengalaman, semua paham risiko, semua tidak kembali. Pertanyaan soal apa yang sebenarnya terjadi di dalam gua itu belum terjawab.

Satu petunjuk muncul dari korban selamat: seorang mahasiswi Universitas Genoa yang hadir dalam rombongan tetapi urung masuk ke air. Sudah bersiap menyelam, lalu berubah pikiran, memilih tinggal di kapal. Keputusan itu menyelamatkan nyawanya. Kini ia disebut saksi kunci untuk merekonstruksi momen-momen terakhir sebelum bencana. Polisi Maladewa tengah menyelidiki, meski pihak berwenang mencatat ada sekitar dua lusin penumpang non-awak kapal lainnya yang berada di Duke of York sepanjang hari Kamis itu.

Salah satu hipotesis yang beredar di kalangan penyelidik: keracunan oksigen. Kondisi ini bisa memicu kejang mendadak dan kehilangan kesadaran di kedalaman, tanpa peringatan berarti. Kalau hipotesis itu benar, para korban tidak sempat berbuat apa-apa. Kondisi medan bawah laut yang kompleks di sistem gua tersebut membuat verifikasi hipotesis itu, sekaligus pencarian empat jenazah yang tersisa, menjadi pekerjaan yang jauh dari mudah.

Juru bicara kepresidenan Maladewa Mohamed Hussain Shareef menyatakan operasi pencarian terpaksa dihentikan sementara akibat cuaca buruk. Kapan kondisi membaik, belum ada kepastian. Bagi keluarga keempat korban yang belum ditemukan, setiap hari penantian itu terasa bak menunggu di tepi jurang.