JUMAT, 25 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Lenovo Yoga Slim 7i Ultra Diuji Gaming: Forza Hori...

Tekno

Lenovo Yoga Slim 7i Ultra Diuji Gaming: Forza Horizon 6 Tembus 60 FPS

Laptop tipis sub-1 kg ini dibekali Intel Core Ultra X9 dan iGPU Arc B390. Hasilnya? Forza Horizon 6 berjalan mulus di 50-60 FPS, jauh di luar ekspektasi laptop produktivitas.

Saya Main Forza Horizon 6 di Laptop Tipis Lenovo Yoga Slim 7i Ultra, Sanggup?

Forza Horizon 6 berjalan di 50-60 FPS pada laptop yang beratnya tidak sampai satu kilogram. Bukan angka yang bisa diabaikan.

Lenovo Yoga Slim 7i Ultra 14IPH11 memang bukan laptop gaming. Desainnya tipis, bodinya ringan, tidak ada GPU diskret di dalamnya. Tapi kombinasi prosesor Intel Core Ultra X9 378H dan GPU terintegrasi Intel Arc B390 ternyata menyimpan kemampuan yang agaknya melampaui ekspektasi banyak pengguna.

Dalam pengujian menggunakan Forza Horizon 6 di resolusi 1.920 x 1.200 piksel dengan pengaturan Low, laptop ini konsisten menghasilkan frame rate 50-60 FPS. Selama sesi balap, baik saat menjelajahi dunia terbuka maupun ketika banyak kendaraan memenuhi layar, permainan terasa responsif tanpa stuttering berarti. Kualitas visual di pengaturan Low pun masih layak dinikmati berkat detail lingkungan dan efek cuaca yang terjaga.

Game lain diuji dengan standar lebih beragam. Hogwarts Legacy di resolusi native 2.880 x 1.800 piksel dengan pengaturan Low menghasilkan 45-55 FPS. Death Stranding di 1080p dengan pengaturan High menghasilkan 40-50 FPS. Jujur saja, cukup solid untuk laptop tanpa dGPU.

Di segmen e-sports, hasilnya bahkan lebih mengejutkan. Dota 2 tembus 55-65 FPS pada resolusi 2.880 x 1.800 piksel dengan pengaturan High. Counter-Strike 2 menyentuh 40-50 FPS pada resolusi dan pengaturan grafis yang sama. Bagi gamer kompetitif kasual, angka ini sudah lebih dari cukup untuk sesi gaming ringan selepas jam kantor.

Game berbasis anime seperti Genshin Impact dan Honkai: Star Rail mencatat angka lebih moderat, masing-masing di kisaran 35-45 FPS dan 25-35 FPS pada resolusi native tertinggi dengan pengaturan Low hingga Medium. Yang perlu diingat: sebagian besar pengujian dilakukan di resolusi di atas Full HD, artinya Arc B390 menanggung beban lebih berat dari kondisi normal. Turunkan resolusi ke 1080p, dan angka-angka itu bisa jadi berbeda jauh.

Satu game yang benar-benar memeras kemampuan Arc B390 adalah Pragmata, judul AAA terbaru dari Capcom dengan visual futuristis yang cukup demanding. Pada pengaturan High di resolusi 1.920 x 1.200 piksel, frame rate anjlok ke 25-30 FPS. Layak dimainkan atau tidak, itu soal toleransi masing-masing. Turunkan ke pengaturan Low, dan pengalaman bermain akan jauh lebih nyaman.

Karakter termis laptop ini juga patut dicatat. Kipas tidak berisik secara mencolok meski menanggung beban game berat, dan bodi cenderung hangat alih-alih panas menyengat. Buat yang sering nongkrong di kafe atau co-working space sambil kerja, ini bisa jadi pertimbangan tersendiri.

Yoga Slim 7i Ultra bukan pengganti laptop gaming kelas menengah, apalagi atas. Siapa pun yang ingin main game AAA terbaru di pengaturan Ultra dengan frame rate di atas 100 FPS, jelas harus melirik laptop lain yang punya GPU diskret. Tapi untuk gamer "kantoran" yang sesekali ingin main game di sela perjalanan atau setelah rapat panjang, laptop ini ibarat kejutan menyenangkan yang tidak banyak orang duga bisa hadir dari kategori ultrabook.