JUMAT, 16 OKTOBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Ledakan Gudang Bahan Peledak di Myanmar Tewaskan L...

Internasional

Ledakan Gudang Bahan Peledak di Myanmar Tewaskan Lebih dari 45 Orang

Gudang penyimpanan gelignit milik kelompok bersenjata TNLA di Namhkam, Shan, meledak tengah hari. Korban tewas mencapai 45 orang dan diperkirakan masih bertambah, sementara operasi penyelamatan terus berjalan.

Ledakan dahsyat di Myanmar tewaskan lebih dari 45 orang - ANTARA News Jambi

Tepat sekitar tengah hari pada Minggu (31/5), gudang penyimpanan bahan peledak pertambangan di kota Namhkam, negara bagian Shan, Myanmar, meledak hebat. Setidaknya 45 nyawa melayang seketika, sementara sekitar 70 orang lainnya luka-luka.

Angka korban resmi memang berhenti di angka "lebih dari 45", tapi sejumlah media lokal Myanmar menyebut angka yang lebih suram: 50 hingga 55 orang tewas. Di antara korban yang teridentifikasi, 25 dilaporkan perempuan dan 30 laki-laki. Beberapa orang diyakini masih terjebak di bawah reruntuhan ketika operasi penyelamatan berlangsung.

Gudang itu berdiri sekitar tiga kilometer dari perbatasan China, di wilayah yang dikuasai Tentara Pembebasan Nasional Ta'ang (TNLA), kelompok bersenjata etnis yang memperjuangkan otonomi di Myanmar. Lewat akun Telegram mereka, TNLA mengakui bangunan itu digunakan untuk menyimpan gelignit, bahan peledak bertenaga tinggi yang lazim dipakai di lokasi pertambangan dan penggalian. Penyelidikan penyebab ledakan, kata kelompok itu, sudah dimulai.

Kepulan asap hitam tebal menggulung ke langit. Bangunan rata. Puing berserakan. CCTV, stasiun televisi pemerintah China, melaporkan banyak rumah warga di sekitar lokasi ikut rusak.

Insiden ini menyeret China masuk dalam lingkaran perhatian diplomatik. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian mengonfirmasi dalam konferensi pers di Beijing, Senin (1/6), bahwa seorang warga negara China turut menjadi korban luka. "Kami sangat berduka atas nyawa yang hilang, dan menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga yang berduka dan para korban luka," ungkap Lin Jian. Segera setelah ledakan, Beijing berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait di Myanmar dan meminta agar warga negaranya mendapat penanganan medis secepat mungkin.

Warga China yang terluka itu kini sudah mendapat perawatan. Lin Jian menambahkan pihaknya akan mengikuti penyelidikan dengan saksama dan memberikan bantuan yang diperlukan dalam menangani masalah terkait setelah kecelakaan tersebut.

Di Namhkam, petugas bencana masih kewalahan. Rumah Sakit Umum Namhkam menyerukan masyarakat sekitar untuk mendonorkan darah, sinyal bahwa tekanan terhadap fasilitas kesehatan setempat, kalau data lapangan bisa dipercaya, cukup berat. Kantor berita Shwe Phee Myay dari Shan melaporkan operasi penyelamatan masih terus berlangsung.

Namhkam bukan kota sembarangan. Lokasinya mepet perbatasan China menjadikan kawasan ini simpul pertambangan yang padat, sekaligus titik persimpangan kepentingan kelompok-kelompok bersenjata. Apakah ini murni kecelakaan penyimpanan, atau ada faktor lain yang belum terungkap, masih menggantung sebagai pertanyaan terbuka.