Kabar baik buat mahasiswa baru yang masih galau soal laptop: di kisaran Rp5 jutaan, pilihan sekarang jauh lebih layak dibanding tiga atau empat tahun lalu. Segmen entry-level sudah bisa menawarkan prosesor AMD Ryzen, RAM LPDDR5, hingga SSD NVMe. Spesifikasi yang dulu hanya nongkrong di laptop kerja kelas menengah.
Beberapa model yang beredar di rentang Rp3 juta hingga Rp7 jutaan terbukti cukup untuk kebutuhan kuliah sehari-hari, dari mengetik tugas, kuliah daring, hingga editing ringan. Ini bukan sekadar klaim marketing.
Salah satu yang paling ramai dibicarakan adalah Advan Workplus. Laptop lokal ini agaknya berhasil membuktikan bahwa produk dalam negeri tidak harus kalah bersaing. Dibekali AMD Ryzen 5 dengan RAM 8GB hingga 16GB LPDDR5 dan SSD NVMe 512GB, performanya cukup mulus untuk multitasking berat dan desain grafis ringan. Varian Workplus Air, dengan bobot 1,03 kg, layar OLED, dan bodi aluminium, terasa lebih premium dari harganya. Entah kebetulan atau tidak, varian Heritage-nya bahkan punya daya tarik tersendiri lewat edisi Batik dengan motif Mega Mendung di bodi dan palm rest, sesuatu yang sulit kamu temukan dari brand global mana pun.
Harga Advan Workplus berkisar antara Rp7 juta hingga Rp10 jutaan tergantung varian. Sedikit lebih tinggi dari kesan awal Rp5 jutaan, tapi masih kompetitif untuk spesifikasi yang ditawarkan.
ASUS tetap pilihan yang sulit diabaikan di kelas yang sama. Lini VivoBook dan A-series dikenal konsisten menghadirkan keseimbangan harga dan performa, dengan beberapa varian yang sudah bisa ditebus di bawah Rp5 juta. Untuk editing ringan atau pekerjaan kantor, seri berbasis AMD Ryzen 3 dengan Radeon Graphics dan layar Full HD 14 inci sudah lebih dari cukup. Color gamut 45% NTSC memang bukan standar untuk editor profesional, tapi untuk mahasiswa yang baru belajar edit foto atau video, angka itu masih bisa diterima.
Bertahan empat tahun kuliah? Bisa. Pertanyaan sesungguhnya bukan lagi soal apakah laptop murah mampu produktif, melainkan soal kecocokan spesifikasi dengan kebutuhan spesifik pengguna. Mahasiswa teknik atau IT yang butuh multitasking berat sebaiknya mengincar Ryzen 5 dengan RAM minimal 16GB. Untuk kebutuhan yang lebih dasar seperti mengetik dan browsing, Ryzen 3 atau Intel Core i3 generasi 10 masih cukup.
Satu hal yang sering luput dari pertimbangan: kondisi barang bekas. Di segmen ini, laptop ASUS bekas kondisi baik bisa jadi pilihan cerdas untuk menekan anggaran, selama kamu tahu apa yang harus dicek sebelum membeli. SSD itu wajib. Prosesor masih bisa fleksibel. Tapi baterai yang sudah uzur bisa jadi bencana kalau kamu tipe yang sering kuliah tanpa colokan di dekatnya.