RABU, 14 OKTOBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Korban Gempa Venezuela Tembus 4.734 Jiwa, 50.000 O...

Internasional

Korban Gempa Venezuela Tembus 4.734 Jiwa, 50.000 Orang Masih Hilang

Tiga minggu setelah gempa kembar dahsyat mengguncang Venezuela pada 24 Juni, korban tewas telah melampaui 4.700 orang dengan puluhan ribu warga masih mengungsi dan ribuan lainnya belum ditemukan.

Korban tewas gempa Venezuela bertambah jadi 4.333 orang

Tiga minggu berlalu, dan angka kematian belum berhenti bergerak naik. Per 15 Juli 2026, korban tewas resmi akibat gempa kembar Venezuela tercatat 4.734 jiwa, naik dari 4.561 orang dua hari sebelumnya dan 4.333 orang pada 11 Juli. Di balik deretan angka itu, PBB memperkirakan sekitar 50.000 orang masih dinyatakan hilang, sebagian besar diduga masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan yang rata dengan tanah.

Gempa ini bukan bencana tunggal. Pada 24 Juni malam waktu setempat, Venezuela diguncang dua pukulan beruntun: gempa pertama bermagnitudo 7,2, disusul 39 detik kemudian oleh gempa kedua bermagnitudo 7,5. Bencana seismik terbesar yang melanda negara itu dalam lebih dari seabad. Blok-blok apartemen bertingkat tinggi ambruk menjadi puing dalam hitungan detik. Sejak saat itu, tercatat 1.202 gempa susulan mengguncang wilayah terdampak.

Sebanyak 16.740 orang menderita luka-luka, meski Ketua Majelis Nasional Jorge Rodriguez menyebut sebagian besar di antaranya telah dipulangkan. Yang masih menjadi beban berat adalah 20.231 warga yang kini bermukim di 107 kamp pengungsian sementara, ditambah sekitar 17.907 orang lain yang belum mendapat tempat tinggal permanen.

Upaya penyelamatan melibatkan lebih dari 30.000 relawan, sekitar 30.989 personel layanan darurat, dan hampir 2.471 petugas penyelamat dari luar negeri. Angka yang tidak kecil, mengingat tim resmi sudah menghentikan operasi pencarian korban selamat. Keluarga-keluarga korban, entah kebetulan atau tidak cermin dari setiap bencana besar, tak juga menyerah. Banyak yang masih menyisir reruntuhan sendiri, bukan untuk berharap menemukan yang masih hidup, melainkan untuk menemukan jasad dan memberikan pemakaman yang layak.

Pemerintah Venezuela mengklaim telah menyalurkan bantuan kepada 128.324 keluarga terdampak. Total 856 bangunan tercatat rusak, 190 di antaranya runtuh total. Masif.

Presiden sementara Delcy Rodriguez mengambil langkah diplomatik yang agaknya menjadi sinyal betapa kritisnya kondisi keuangan negara itu. Surat dikirim kepada Raja Inggris Charles III, meminta pencairan sekitar 30 ton cadangan emas Venezuela yang dibekukan otoritas London akibat sanksi-sanksi yang masih berlaku. Bencana ini, jujur saja, membuat Venezuela menghadapi dua krisis sekaligus: kemanusiaan di lapangan dan keuangan di meja diplomatik.

Lebih dari 6.400 orang berhasil diselamatkan dari reruntuhan sejak bencana terjadi. Bisa jadi satu-satunya kabar yang sedikit meringankan di antara data yang terus memburuk.