KAMIS, 24 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Komisi I DPR Rampungkan Fit and Proper Test 25 Cal...

Internasional

Komisi I DPR Rampungkan Fit and Proper Test 25 Calon Dubes RI

Komisi I DPR RI menuntaskan uji kelayakan 25 calon duta besar yang akan ditempatkan di berbagai KBRI, mulai dari Beijing hingga Zagreb. Hasilnya kini menunggu tindak lanjut Presiden.

Komisi I DPR Tuntaskan Uji Kelayakan 25 Calon Duta Besar

Dua puluh lima calon duta besar Republik Indonesia dinyatakan tuntas melewati uji kelayakan dan kepatutan di hadapan Komisi I DPR RI. Prosesnya berlangsung dua hari, Selasa dan Rabu, 22-23 September, dengan agenda utama pemaparan program kerja dari masing-masing calon.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono memastikan seluruh calon sudah memaparkan program kerja mereka dan komisi sepakat memproses nama-nama itu ke tahap berikutnya. Hasil uji kelayakan akan dirangkum dan disampaikan ke pimpinan DPR, lantas diteruskan ke Presiden. "Nanti biar pemerintah yang mengumumkan, siapa, bagaimana hasilnya," kata Dave di kompleks parlemen Jakarta.

Soal ketertutupan rapat, Dave tegas: "Karena sifat rapat yang tadi itu tertutup sehingga kita tidak bisa mengumumkan apa pun yang berkaitan yang lebih substantif." Begitu aturan mainnya, dan Komisi I tidak punya ruang untuk bicara lebih.

Wakil Ketua Komisi I lainnya, Anton Sukartono, menjelaskan bahwa ke-25 nama berasal dari rekomendasi pemerintah, bukan inisiatif DPR. Seleksi ketat sudah lebih dulu dilakukan Kementerian Luar Negeri sebelum nama-nama itu sampai ke meja Komisi I. Kandidat yang sudah melewati saringan sepanjang itu, kata Anton, biasanya lolos.

Penugasan membentang luas. Irawan Ronodipuro disiapkan untuk Beijing merangkap Mongolia. Baringin M.H. Panggabean dijadwalkan ke London merangkap Irlandia dan IMO. Desra Percaya, nama yang tak asing di koridor diplomatik, mendapat pos New Delhi merangkap Bhutan.

Beberapa nama menarik perhatian karena latar belakangnya bukan dari jalur karier diplomat murni. Josef A. Nae Soi, politisi Partai Golkar dan mantan Gubernur Nusa Tenggara Timur, masuk daftar untuk pos Manila merangkap Kepulauan Marshall dan Palau. Kalau data ini bisa dipercaya, ini bukan pertama kalinya figur partai mendapat kursi dubes, tapi tetap jadi catatan tersendiri mengingat kompleksitas hubungan RI-Filipina di tengah dinamika Laut China Selatan yang makin panas.

Ada juga Lintang Paramitasari Parnohadiningrat, yang ditugaskan sebagai Dubes untuk ASEAN berkedudukan di Jakarta. Bobotnya tidak ringan. Indonesia baru saja melewati Keketuaan ASEAN 2023, dan siapa pun yang duduk di pos ini mewarisi ekspektasi yang tidak kecil.

Cakupan geografis kali ini cukup variatif: Timor Leste di Dili, Iran di Tehran, Kazakhstan di Astana, Peru di Lima, sampai Kroasia di Zagreb. Dari enam kawasan berbeda, Jakarta akan punya wakil baru.

Hasil fit and proper test kini ada di tangan Presiden Prabowo Subianto. Dilantik secepatnya atau masih ada pertimbangan lain, belum ada yang tahu. Yang jelas, kursi-kursi KBRI di penjuru dunia itu tidak boleh dibiarkan kosong.