MINGGU, 4 OKTOBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  Komisaris Utama BAIK Borong 5 Juta Saham Saat Harg...

Finansial

Komisaris Utama BAIK Borong 5 Juta Saham Saat Harga Masih Babak Belur

Di saat BAIK dihajar tekanan jual selama 6 hari dengan 5 kali ARB beruntun dan ambles 56,88%, Komisaris Utama Yeni Isnawati justru memilih momen itu untuk masuk dengan tiket Rp1,42 miliar.

Yakin Bisnis Prospektif, Komisaris Utama BAIK Buyback Lima Juta Saham Perseroan - News+ on RCTI+

Dari Rp770 ke Rp332 hanya dalam 8 hari perdagangan. Itulah yang dialami saham PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) sepanjang pekan lalu, dengan lima sesi ditutup mentok Auto-Reject Bawah (ARB) berturut-turut. Total koreksinya 56,88%, angka yang cukup untuk membuat investor ritel mana pun nyangkut dalam.

Lalu Yeni Isnawati turun tangan. Komisaris Utama BAIK itu memborong 5 juta lembar saham di harga Rp284 per saham, berdasarkan keterbukaan informasi BEI yang terbit Rabu (19/8/2026). Total dana yang digelontorkan Rp1,42 miliar. Kepemilikannya langsung melar dari 3,42 juta lembar (0,29%) menjadi 8,42 juta lembar atau 0,75% dari total saham beredar.

Pasar merespons. Cepat. Pada sesi perdagangan yang sama, BAIK memantul 38 poin atau 11,45% ke Rp370. Volume transaksi meledak dari Rp5,66 miliar dengan 168 ribu lot sehari sebelumnya menjadi Rp95,15 miliar dengan 2,80 juta lot. Entah kebetulan atau tidak, sentimen berputar dalam hitungan jam setelah pengumuman itu beredar.

Manajemen ikut angkat suara. Corporate Secretary BAIK Mahendra Kumala Adi menyebut kondisi fundamental perseroan tetap solid, dengan operasional supply chain HORECA, brand resto, program mitra binaan, serta rencana ekspansi ritel dan hilirisasi semuanya berjalan normal. "Buyback ini menjadi sinyal positif bahwa manajemen dan pemilik percaya terhadap nilai intrinsik yang kami miliki," kata Mahendra dalam keterangan resminya.

Bukan pemandangan lazim memang, komisaris yang rela gelontorkan miliaran rupiah saat sahamnya sedang dihajar ARB lima kali beruntun. Bisa jadi itu confidence signal murni. Bisa jadi juga manajemen sedang mencoba meredam kepanikan yang sudah telanjur melebar. Pasar agaknya memilih membaca sinyal itu secara positif, setidaknya untuk hari itu.

Klaim fundamental solid di tengah koreksi 56,88% dalam sepekan, jujur saja, tetap jadi angka yang patut dicermati lebih jauh. Pembelian orang dalam historisnya sering menjadi penanda titik balik, tapi bukan jaminan. Investor yang ikut masuk mengikuti rebound hari itu perlu ingat: harga masih jauh di bawah level awal Agustus. Jalan kembali ke Rp770 bukan jalan pendek.