MINGGU, 11 OKTOBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Kerbau Albino "Donald Trump" Lolos dari Meja Kurba...

Internasional

Kerbau Albino "Donald Trump" Lolos dari Meja Kurban, Dikirim ke Kebun Binatang

Seekor kerbau albino 700 kg berjambul pirang di Bangladesh viral karena disebut mirip Trump, lalu diselamatkan pemerintah di detik-detik terakhir sebelum penyembelihan Idul Adha.

Kerbau Bernama Donald Trump Batal Disembelih Saat Idul Adha, Dikirim ke Kebun Binatang

Seekor kerbau albino seberat 700 kilogram di Bangladesh nyaris tidak sempat viral lebih lama. Rabu dini hari (27/5/2026), hewan berbulu krem dengan hidung kemerahan dan jambul pirang panjang itu sudah dipersiapkan untuk disembelih sebagai hewan kurban Idul Adha 1447 Hijriah. Di menit-menit terakhir, aparat datang ke lokasi.

Mereka datang atas perintah Menteri Dalam Negeri Bangladesh Salahuddin Ahmed. Pembeli menerima pengembalian dana, dan si kerbau, eh, maksudnya, si kerbau yang sudah terlanjur terkenal dengan nama "Donald Trump", langsung diamankan untuk dipindahkan ke Kebun Binatang Nasional di Dhaka.

Nama itu bukan kebetulan. Pemilik peternakan Ziauddin Mridha mengisahkan bahwa adik laki-lakinya yang pertama kali menjuluki hewan itu Trump, lantaran jambul pirang panjangnya yang dianggap mirip gaya rambut Presiden Amerika Serikat. "Adik saya menamainya Trump karena rambutnya yang luar biasa," ujar Mridha. Kerbau albino memang sangat jarang ditemukan di Bangladesh, di mana mayoritas ternak berwarna gelap. Kombinasi penampilan langka itu mengubah hewan ternak biasa menjadi selebritas dadakan.

Video dan foto-fotonya meledak di media sosial menjelang Idul Adha. Puluhan orang berbondong-bondong datang ke peternakan di Distrik Narayanganj setiap harinya, termasuk dari daerah-daerah jauh di luar Dhaka, hanya untuk berswafoto dan merekam video. Fenomena ini agaknya bukan hal baru di Bangladesh. Dalam beberapa tahun terakhir, hewan kurban berukuran besar atau punya ciri unik kerap dikaitkan dengan tokoh terkenal demi menarik perhatian pembeli dan pengunjung. Tapi tahun ini, "kerbau Trump" jelas daya tarik terbesar.

Pemerintah turun tangan bukan semata soal sentimen. Keputusan penyelamatan diambil karena alasan keamanan dan tingkat ketertarikan publik yang tidak biasa, kata seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri. Polisi setempat menambahkan bahwa dinas peternakan secara khusus meminta agar hewan tersebut diamankan mengingat usianya yang masih muda. "Mereka mengatakan kerbau albino itu masih sangat muda dan bisa dipelihara selama beberapa tahun lagi," kata Kepala Kepolisian Keraniganj Mohammad Ruhul Quddus.

Kini si kerbau menjalani karantina dua minggu di kebun binatang. Kandang khusus dan seorang perawat sudah disiapkan, demikian menurut Kurator Atiqur Rahman. Mridha sendiri bilang kerbau itu butuh perawatan cukup intensif: makan dan mandi empat kali sehari. Bukan jadwal hewan sembarangan. "Meski penampilannya mencolok, dia sangat tenang. Hewan albino umumnya jinak dan tidak agresif meski diprovokasi," ujar Mridha.

Ada ironi yang sulit diabaikan di sini. Di Bangladesh, lebih dari 12 juta hewan ternak diperkirakan dikurbankan setiap Idul Adha, momen ketika banyak keluarga kurang mampu mendapat kesempatan langka untuk menikmati daging. Seekor kerbau berjambul pirang justru lolos dari tradisi itu karena wajahnya mengingatkan orang pada seorang presiden superpower. Bisa jadi memang nasib baik punya rambut yang tepat.