SENIN, 28 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  Kemendag Pangkas HPE Emas, Dolar Kuat Jadi Pemicun...

Finansial

Kemendag Pangkas HPE Emas, Dolar Kuat Jadi Pemicunya

Harga Patokan Ekspor emas periode 15-31 Mei 2026 dipangkas 1,72% menjadi US$ 150.555,29 per kg, seiring fase koreksi emas dunia yang dipicu penguatan dolar AS dan kenaikan yield obligasi.

Pemerintah Turunkan Harga Patokan Ekspor Emas

Kementerian Perdagangan resmi memangkas Harga Patokan Ekspor emas untuk periode 15-31 Mei 2026. Angkanya turun 1,72%, dari US$ 153.194,87 menjadi US$ 150.555,29 per kilogram. Bukan angka kecil.

Harga Referensi ikut tergerus, dari US$ 4.764,90 menjadi US$ 4.682,80 per troy ounce. Kedua angka itu kini tertuang dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1343 Tahun 2026 tentang HPE dan HR atas produk pertambangan yang dikenakan bea keluar.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Tommy Andana menyebut dua faktor pemicu: penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS. "Penurunan HPE dan HR emas dipengaruhi oleh penguatan dolar Amerika Serikat. Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS, yang meningkatkan daya tarik aset berbunga dibandingkan emas sebagai non-yield asset, turut memicu turunnya HPE dan HR emas," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (14/5/2026).

Logikanya sederhana. Ketika yield obligasi merangkak naik, emas kehilangan pesonanya sebagai tempat parkir nilai karena tidak membayar bunga maupun dividen. Investor yang sempat menikmati reli panjang pun mulai keluar, ambil untung, lalu tunggu.

Fase konsolidasi. Begitu Tommy membaca kondisi ini. Koreksi bukan sinyal malapetaka, tapi napas pasar setelah berlari cukup jauh. Pertanyaannya: seberapa dalam dan seberapa lama?

Proses penetapan HPE sendiri tidak sekadar tempel angka. Kemendag mengandalkan masukan teknis dari Kementerian ESDM yang mengacu pada benchmark London Bullion Market Association, lalu dikalibrasi lewat koordinasi lintas lembaga: Kemenko Perekonomian, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perindustrian. Birokrasinya lumayan panjang, tapi setidaknya angka yang keluar punya pijakan referensi global yang terukur.

Bagi eksportir emas domestik, revisi ini langsung menyentuh kalkulasi bea keluar. HPE lebih rendah berarti basis penghitungannya pun ikut menyusut, sedikit meringankan tekanan di saat harga global sedang terkoreksi.

Dua variabel yang patut diawasi: arah dolar AS dan ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed. Kalau data ini bisa dipercaya, keduanya masih akan jadi penentu gerak emas sepanjang sisa Mei ini.