MINGGU, 11 OKTOBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Kapal Induk China dan AS Beroperasi di Laut Filipi...

Internasional

Kapal Induk China dan AS Beroperasi di Laut Filipina, Ketegangan Kawasan Meningkat

Di tengah patroli tempur kedua PLA di sekitar Taiwan dalam hitungan hari, kapal induk China CNS Liaoning dan USS George Washington AS kini beroperasi di Laut Filipina dalam satu 'theater' yang sama.

Taiwan meningkatkan tingkat kewaspadaan setelah mendeteksi patroli tempur angkatan laut Tiongkok kedua dalam hitungan hari

Kapal induk CNS Liaoning milik Angkatan Laut China terpantau beroperasi di Laut Filipina, sekitar 880 kilometer barat daya Pulau Okinotori, wilayah paling selatan Jepang. Di perairan yang sama, USS George Washington sudah lebih dulu bergerak setelah bertolak dari Yokosuka pada Sabtu lalu. Dua kekuatan maritim paling disegani di dunia, dalam jarak sekitar 1.500 hingga 2.000 kilometer, kini saling mengawasi di kawasan yang dalam beberapa hari terakhir terus panas.

Liaoning tidak datang sendiri. Gugus tempurnya terdiri dari kapal penjelajah CNS Wuxi, kapal perusak CNS Kaifeng, fregat CNS Luohe, dan kapal pendukung tempur cepat CNS Hulunhu. Operasi penerbangan dilaporkan aktif berjalan saat armada itu melintas, masuk ke Laut Filipina lewat Selat Luzon, jalur sempit yang mengapit Filipina dan Taiwan. Jepang, yang jelas tidak nyaman dengan pergerakan ini, mengerahkan kapal perusak JS Asahi untuk membayangi rombongan tersebut.

Beijing menyebutnya latihan rutin. Angkatan Laut China mengklaim pengerahan Liaoning ke Pasifik Barat sesuai rencana tahunan, mencakup latihan penerbangan jarak jauh, tembak langsung, hingga operasi pencarian dan penyelamatan. Klaim yang patut dicermati, kalau data ini bisa dipercaya, mengingat timing pengerahan ini berhimpitan persis dengan eskalasi di sekitar Taiwan.

Senin malam, Kementerian Pertahanan Taiwan melaporkan deteksi 21 pesawat China di sekitar pulau itu. Bukan sembarangan: ada jet tempur J-16 dan drone, disertai sejumlah kapal perang, dalam formasi yang disebut "patroli kesiapan tempur bersama". Ini patroli kedua dalam hitungan hari. Taipei langsung mengirim jet tempur dan kapal perangnya membalas pantau.

Merespons situasi itu, Joseph Wu, Sekretaris Jenderal Dewan Keamanan Nasional Taiwan, tidak memilih diksi yang lunak. "Republik Rakyat Tiongkok adalah satu-satunya sumber ketidakstabilan di Indo-Pasifik," tegasnya. Kementerian Pertahanan China tidak merespons permintaan komentar pers.

Sementara itu, George Washington tengah menjalani latihan sertifikasi penerbangan bersama Carrier Air Wing 5 di sekitar Pulau Kyushu hingga 30 Mei, sebelum langsung memulai patroli regional. Kapal penjelajah USS Robert Smalls sudah lebih dulu meninggalkan Yokosuka, kemungkinan menjalani patroli terakhirnya di Jepang sebelum dipindahkan ke San Diego.

Dua kapal induk. Satu zona. Pertanyaannya bukan lagi soal kehadiran, melainkan soal kalkulasi. Seberapa lama postur "saling aware" ini bertahan tanpa memicu insiden yang tak direncanakan, di kawasan yang agaknya tidak punya banyak ruang untuk kesalahan?