Bulan Juni 2026 terasa lebih ramai dari yang terlihat di permukaan. Tujuh perangkat baru resmi mendarat di pasar Indonesia sepanjang bulan ini, eh, bukan: tiga smartphone dan empat tablet, rentang harga mulai Rp1,5 juta hingga hampir Rp13 juta.
Xiaomi membuka bulan ini dengan gebrakan paling berisik. Pada 2 Juni, dua varian 17T Series sekaligus diperkenalkan, dan keduanya membawa satu fitur yang baru pertama kali hadir di seluruh lini T: kamera telephoto periskop 50MP hasil kolaborasi dengan Leica, optical zoom 5x. Lompatan yang lumayan, mengingat generasi sebelumnya hanya mampu 2x.
Xiaomi 17T dibanderol mulai Rp8,9 juta untuk varian 12/256GB. Ponsel ini ditenagai Dimensity 8500 Ultra, layar AMOLED 6,59 inci dengan kecerahan puncak 3.500 nit, dan baterai silikon karbon 6.500 mAh dengan pengisian 67W. Bukan main. Angka baterai itu tergolong jumbo untuk kelas midrange-atas.
Versi Pro-nya melangkah lebih jauh. Xiaomi 17T Pro masuk dengan Dimensity 9500 proses 3nm, layar AMOLED 6,83 inci refresh rate 144Hz, dan baterai 7.000 mAh yang bisa diisi 100W lewat kabel atau 50W secara nirkabel. Tiga lensa Leica Summilux, sertifikasi IP68, speaker stereo, semua tersedia di paket Rp11,9 juta. Agaknya Xiaomi sedang serius merangsek ceruk yang selama ini dikuasai Samsung di kisaran harga ini.
Turun kasta, hadir itel A200 yang masuk pada 6 Juni dengan harga mulai Rp1,5 juta. Yang bikin orang berhenti scroll adalah desainnya: modul kamera persegi panjang besar di belakang, plus pilihan warna oranye yang kentara mengingatkan iPhone 17 Pro. Strategi visual yang cerdik, atau sekadar menumpang tren? Terserah penilaian masing-masing. Yang jelas, harga segitu sudah datang dengan sertifikasi MIL-STD-810H dan IP65, dua fitur yang tidak selalu ada di segmen ini.
HONOR X5c Plus melengkapi trio smartphone bulan ini, masuk pada 10 Juni di kisaran Rp2,2 jutaan. Layar 6,74 inci, kamera 50MP, baterai 5.260 mAh. Spesifikasi standar untuk kelas harganya, tapi cukup untuk konsumen yang tidak butuh lebih.
Segmen tablet justru yang paling hiruk-pikuk. Empat perangkat masuk nyaris bersamaan di pengujung Juni.
Lenovo Idea Tab Pro Gen 2 rilis 25 Juni, harga mulai Rp8,8 juta. Tablet 13 inci ini dibekali Snapdragon 8s Gen 4, layar 3.5K 144Hz, baterai 10.200 mAh, dan yang paling menarik: WPS Office PC Level, keyboard trackpad, plus stylus Tab Pen Plus. Lenovo memposisikannya sebagai pengganti laptop. Klaim yang masih perlu dibuktikan dalam penggunaan nyata.
Poco Pad C1 dan Xiaomi Redmi Pad 2 keduanya masuk di angka Rp2,3 juta. Poco menawarkan layar LCD 2K 9,7 inci 120Hz bersertifikasi TÜV Rheinland dan baterai 7.600 mAh dengan HyperOS 3. Redmi Pad 2 spesifikasinya hampir kembar: layar IPS LCD 2K 9,7 inci 120Hz, chipset Snapdragon 6s Gen 2, baterai 7.600 mAh, bobot 401 gram. Di titik harga yang sama, dua tablet satu atap Xiaomi saling sikut. Entah kebetulan atau tidak, strategi ini cukup efektif menutup ruang bagi kompetitor lain.
Huawei MatePad Mini jadi pilihan paling premium di segmen tablet bulan ini. Rp8,9 juta untuk perangkat 260 gram dengan ketebalan 5,2 mm. Layar Flexible OLED 8,8 inci resolusi 2,5K dengan teknologi PaperMatte dirancang khusus untuk pembaca dokumen dan e-book jangka panjang. Kompatibilitasnya dengan stylus M-Pencil Pro yang dilengkapi AI Handwriting Enhancement dan AI Equation Recognition menjadi nilai tambah yang jelas sasarannya.
Juni 2026 membuktikan satu hal: pasar gadget Indonesia tidak bisa lagi dibaca lewat segmen tunggal. Tablet bukan lagi aksesori pinggiran. Dan persaingan di bawah Rp3 juta, kalau data bulan ini bisa dijadikan acuan, justru jauh lebih brutal dibanding kelas flagship.