RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Jin BTS Nyoblos dengan Baju Abu-Abu, 150 Ribu WNA...

Internasional

Jin BTS Nyoblos dengan Baju Abu-Abu, 150 Ribu WNA Ternyata Juga Punya Hak Suara di Pemilu Korea

Di tengah pemilihan lokal dan pemilihan sela parlemen Korea Selatan pada 3 Juni 2026, fenomena selebriti berpakaian netral kembali muncul, sementara lebih dari 150 ribu warga negara asing tercatat memiliki hak pilih.

Nag vote ang world wide handsome 😍 Jin was spotted at a polling station in his neighborhood today. Today is South Korea's local election day and Jin exercised his right to vote! #

Rabu 3 Juni bukan hari biasa di Hannam-dong, Seoul. Di luar tempat pemungutan suara, sejumlah wartawan sudah menunggu, bukan untuk pejabat partai, melainkan untuk Jin dari BTS, yang tiga hari sebelumnya masih berada di panggung Las Vegas.

Jin muncul dengan atasan dan celana abu-abu, topi hitam. Sederhana, tapi disengaja. Di Korea Selatan, pilihan warna baju saat pemilu bukan soal selera semata. Tiap partai besar punya warna identitas yang tertanam kuat di benak publik, dan mengenakan kemeja merah atau kuning ke TPS bisa langsung memantik gelombang spekulasi di linimasa. Setelah mencoblos, Jin hanya melambaikan tangan sebentar ke kamera, lalu pergi. Tanpa pernyataan.

Pola ini bukan baru. Selebriti Korea sudah lama belajar bernavigasi di ruang publik yang hiperpolitik, dan pilihan busana adalah salah satu cara paling aman untuk melakukannya. Aktor Jin Tae-hyun dan istrinya, aktris Park Si-eun, kompak datang dalam pakaian olahraga hitam-putih dan mengunggah foto selfie di depan TPS ke Instagram. Grup K-pop Odd Youth juga memposting foto serupa ke X, empat anggota Korea berpose seusai mencoblos. Satu anggota asal Jepang tidak ikut karena memang tidak memenuhi syarat sebagai pemilih.

Nah, soal syarat memilih ini menarik. Pemilu lokal Korea tidak eksklusif hanya untuk warga negara Korea. Lebih dari 150 ribu penduduk asing tercatat punya hak suara dalam pemilihan tingkat lokal, angka yang agaknya belum banyak disadari publik luas, dan yang mencerminkan betapa kosmopolitannya demografi kota-kota besar Korea saat ini.

Pemilihan Rabu itu mencakup dua agenda: pemilihan kepala daerah lokal dan pemilihan sela sejumlah kursi parlemen. Dua kepentingan dalam satu hari. Bisa jadi kombinasi itulah yang ikut mendorong partisipasi lintas segmen, dari warga biasa, penduduk asing, hingga para selebriti yang foto TPS-nya bisa meraup jutaan tayangan dalam hitungan jam.

Ironinya, di negara dengan industri hiburan bernilai miliaran dolar, pengaruh selebriti sudah sedemikian jauh meresap ke ruang politik. Sampai-sampai pilihan warna baju pun dibedah sebagai sinyal. Bukan lebay. Memang begitu cara kerja ruang digital Korea hari ini, dan para selebriti itu, sadar atau tidak, sudah mahir memainkannya.