MINGGU, 4 OKTOBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Jet Rusia Pepet Pesawat RAF 6 Meter di Laut Hitam,...

Internasional

Jet Rusia Pepet Pesawat RAF 6 Meter di Laut Hitam, London Protes Keras

Dua jet tempur Rusia mencegat pesawat pengintai RAF Rivet Joint secara berulang di atas Laut Hitam, dengan jarak terdekat hanya enam meter dari hidung pesawat, memicu sistem darurat hingga autopilot nonaktif.

Jet Tempur Rusia Pepet Pesawat Inggris di Laut Hitam, Cuma Jarak 6 Meter

Enam meter. Jarak itulah yang memisahkan jet tempur Su-27 Rusia dari hidung pesawat pengintai RAF RC-135W Rivet Joint ketika insiden pencegatan berlangsung di atas Laut Hitam bulan lalu, manuver yang oleh Kementerian Pertahanan Inggris disebut paling berbahaya dalam tiga tahun terakhir.

Pada April lalu, dua pesawat tempur Rusia jenis Su-35 dan Su-27 secara berulang mencegat Rivet Joint yang tidak bersenjata milik Skuadron No 51 RAF, saat pesawat itu tengah menjalankan misi pengintaian rutin di wilayah udara internasional sebagai bagian dari operasi NATO mengamankan sayap timur aliansi. Su-35 terbang cukup dekat hingga memicu sistem darurat di pesawat Inggris, termasuk menonaktifkan autopilot. Su-27, lebih agresif lagi, melakukan enam kali lintasan tepat di depan hidung Rivet Joint.

Kementerian Pertahanan Inggris baru mengumumkan insiden ini pada Rabu (20/5/2026). "Insiden ini adalah contoh lain dari perilaku berbahaya dan tidak dapat diterima oleh pilot Rusia terhadap pesawat tak bersenjata yang beroperasi di wilayah udara internasional. Tindakan ini menciptakan risiko serius kecelakaan dan potensi eskalasi," tegas Menteri Pertahanan John Healey.

Bukan kali pertama. Pada September 2022, insiden serupa terjadi di kawasan yang sama ketika seorang pilot Rusia menembakkan dua rudal ke arah Rivet Joint RAF. Rudal pertama meleset, dan Moskow saat itu mengklaim kerusakan teknis sebagai penyebab, klaim yang kemudian dibantah. Dibanding kejadian itu, intersepsi April ini dianggap sebagai eskalasi fisik paling serius sejak 2022.

Healey secara khusus memuji "profesionalisme luar biasa" kru RAF yang berhasil mengendalikan situasi, meski sistem darurat sempat aktif dan autopilot tiba-tiba nonaktif di ketinggian penuh tekanan. Bukan hal mudah, kalau boleh jujur.

Protes resmi telah dilayangkan oleh pejabat Kementerian Pertahanan sekaligus Kementerian Luar Negeri Inggris kepada Kedutaan Besar Rusia di London. Langkah diplomatik ini terbilang jarang dan mengindikasikan betapa seriusnya London memandang insiden tersebut.

Insiden udara ini agaknya bukan berdiri sendiri. Hanya beberapa hari sebelum Healey mengumumkan pencegatan tersebut, ia juga mengungkap bahwa Angkatan Laut Kerajaan Inggris telah melacak dan mengusir tiga kapal selam Rusia yang diduga menjalankan operasi rahasia selama sebulan di Samudra Atlantik utara Inggris, dekat kabel bawah laut dan jaringan pipa yang vital. Misi pemantauan itu melibatkan 500 personel, lebih dari 450 jam penerbangan, dan sebuah kapal fregat yang menempuh ribuan mil laut.

Pertanyaannya, seberapa jauh Moskow akan mendorong batas ini?

Healey pernah memperingatkan Putin secara terbuka bahwa upaya merusak infrastruktur bawah laut Inggris akan membawa konsekuensi serius. Dikombinasikan dengan insiden di Laut Hitam, pola yang muncul cukup gamblang: aktivitas militer Rusia terhadap aset Inggris sedang meningkat di beberapa front sekaligus. Bak tekanan yang datang dari segala penjuru.

Kajian pertahanan Inggris tahun lalu menyimpulkan Rusia adalah ancaman "langsung dan mendesak", bukan ancaman jangka panjang yang masih bisa ditunda penanganannya. London, di bawah beberapa perdana menteri berturut-turut, tetap menjadi pendukung paling konsisten Ukraina sejak invasi Februari 2022. Healey pun menutup pernyataannya dengan nada yang tidak bisa disalahartikan: insiden di Laut Hitam tidak akan mengubah satu pun dari komitmen itu.