RABU, 14 OKTOBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Jendela Pesawat Ryanair Pecah di Udara, Penumpang...

Internasional

Jendela Pesawat Ryanair Pecah di Udara, Penumpang Serbia Hampir Tersedot pada Ketinggian 6.000 Meter

Ljubisa Karovic, 61 tahun, hampir tersedot keluar dari kabin Ryanair setelah jendela di sebelahnya pecah akibat diduga serpihan mesin, 10 menit setelah lepas landas dari Thessaloniki.

Sang istri menceritakan momen ketika dia berpegangan pada suaminya, yang hampir terhisap keluar dari pesawat pada ketinggian 6.000 meter.

Sepuluh menit setelah lepas landas dari Thessaloniki, Yunani, penerbangan Ryanair FR4951 tujuan Memmingen, Jerman berubah menjadi mimpi buruk yang sulit dibayangkan siapapun yang tidak ada di dalam kabin itu pada Jumat, 10 Juli 2026.

Ledakan keras memecah keheningan kabin. Jendela di baris tengah hancur seketika, dan Ljubisa Karovic, pria 61 tahun asal Serbia, tersedot separuh badannya ke luar pesawat pada ketinggian sekitar 6.000 meter. Kepala dan bahu kanannya sudah menggantung di luar sebelum siapapun sempat bergerak.

Svetlana Grkovic, istri Karovic, bertindak tanpa berpikir. Ia langsung meraih kaki suaminya. "Saya berpikir, jika kita mati, kita mati bersama," katanya kepada BBC. Seorang wanita yang duduk di sebelah Karovic berulang kali menarik lengan kirinya. Baru setelah dua penumpang lain ikut membantu, Karovic akhirnya bisa ditarik kembali ke dalam kabin yang tekanannya sudah amblas. Hampir dua menit. Waktu yang terasa seperti selamanya di ketinggian itu.

Grkovic menggambarkan kondisi suaminya ketika berhasil masuk kembali: seluruh wajahnya cacat, darah mengucur deras dari hidung dan mulut. Karovic tidak bisa berkomunikasi, bahkan tidak ingat apa yang terjadi. "Tangannya terluka parah, ada luka bakar. Setiap kali mendengar tentang pesawat terbang, dia mulai gemetar," cerita Grkovic.

Trauma menggerogoti keduanya. Grkovic mengaku sulit berhenti memikirkan kejadian itu. "Saya terus melakukan sesuatu untuk mengalihkan pikiran, tetapi bayangan-bayangan itu tetap tidak hilang. Kemarin saya masuk ke lift, dan tiba-tiba merasakan sesak napas yang mengerikan," ujarnya. "Sekarang pertanyaannya adalah apakah kita akan pernah naik pesawat lagi."

Data pelacakan penerbangan memperlihatkan pesawat tiba-tiba turun sejauh sekitar 9.000 kaki atau 2.700 meter tak lama setelah lepas landas, sebelum berbalik dan mendarat kembali di Thessaloniki. Christina, salah satu penumpang, mengaku sempat mengira seseorang membuka pintu darurat secara tidak sengaja karena begitu tiba-tiba dekompresi itu terasa. Penumpang lain, Sofia, bilang rasanya seperti tidak bisa bernapas. Karovic sempat kehilangan kesadaran beberapa kali, kemungkinan akibat kekurangan oksigen dan syok.

Soal penyebab, penyelidikan masih berjalan. Seorang penasihat teknis yang ditunjuk keluarga menduga insiden bermula dari kegagalan pada mesin kanan pesawat, yang menyebabkan serpihan menghantam dan menghancurkan jendela di sebelah Karovic, diikuti penurunan tekanan kabin secara tiba-tiba. Dugaan ini agaknya sejalan dengan laporan media Yunani soal kemungkinan komponen mesin yang terlepas sejak awal penerbangan, meski penyelidik resmi belum mengkonfirmasinya.

Pesawat itu dioperasikan oleh Malta Air, anak perusahaan Ryanair. Maskapai mengkonfirmasi bahwa "jendela penumpang terlepas saat penerbangan", dan menyebut pesawat mendarat normal sebelum satu penumpang menerima bantuan medis di darat. Ryanair menolak berkomentar lebih jauh selama penyelidikan resmi berlangsung.

Beberapa lembaga kini terlibat: Otoritas Investigasi Keselamatan Udara dan Kereta Api Yunani, Boeing selaku pabrikan, Badan Keselamatan Transportasi Nasional AS, hingga Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa. Jaksa Yunani pun membuka penyelidikan pidana tersendiri. Pesawat masih ditahan di Yunani sebagai barang bukti.

Keluarga Karovic sudah menyewa pengacara. Vassilis Tsiaras, penasihat hukum pasangan itu, menegaskan hasil investigasi sangat krusial untuk menentukan langkah hukum selanjutnya. Karovic masih dirawat di rumah sakit Thessaloniki dengan cedera serius di leher, lengan, dan wajah. Kapan pulang, belum ada yang tahu.