Kepala dan bahu pria itu sudah berada di luar pesawat sebelum penumpang lain sempat menariknya kembali. Begitu kesaksian yang beredar dari penerbangan Ryanair rute Thessaloniki-Memmingen, Jumat (10/7) pagi, yang berubah menjadi mimpi buruk di ketinggian jelajah.
Jendela kabin Boeing 737 NG yang dioperasikan Malta Air, anak perusahaan Ryanair, tiba-tiba terlepas sesaat setelah lepas landas dari Bandara Thessaloniki, Yunani. Dekompresi langsung terjadi. Masker oksigen menjuntai dari langit-langit kabin, tercium bau menyengat, dan kekacauan meledak dalam hitungan detik.
Penumpang warga Serbia berusia sekitar 60 tahun itu, yang kebetulan masih mengenakan sabuk pengaman, menjadi korban paling kritis. Tubuhnya tersedot sebagian ke luar lubang yang menganga di dinding pesawat sebelum penumpang di sekitarnya berhasil menariknya masuk. Nyawanya selamat, tapi kondisinya cukup memprihatinkan. Setibanya di landasan, ia langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Universitas AHEPA di Thessaloniki. Konsulat Serbia memastikan cederanya tidak mengancam jiwa, meski tim dokter masih memeriksa tingkat keparahan luka fisik luar yang dialaminya.
Pesawat berhasil mendarat normal di Thessaloniki dan seluruh penumpang kembali ke terminal. Beberapa jam kemudian, Ryanair menyiapkan pesawat pengganti untuk meneruskan penerbangan ke Memmingen.
Soal penyebab, Ryanair belum buka suara secara resmi. Maskapai berbiaya rendah itu hanya mengonfirmasi fakta paling dasar: jendela terlepas, pesawat kembali mendarat, seluruh penumpang aman. Media lokal Yunani dan laporan dari otoritas bandara menunjuk ke arah yang lebih spesifik, yakni kegagalan mesin yang tidak terkendali. Serpihan dari komponen mesin yang pecah diduga menghantam kaca jendela penumpang hingga hancur. Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan lubang menganga di dinding kabin, dengan kondisi interior yang kacau.
Pesawat yang terlibat disebut-sebut telah beroperasi sekitar 18 tahun. Seluruh armada Boeing 737 NG Ryanair menggunakan mesin seri CFM56 buatan CFM International, perusahaan patungan General Electric dan Safran. CFM International hingga kini memilih bungkam.
Boeing menyatakan siap mendampingi investigasi. "Kami tetap berkomunikasi dengan pelanggan kami, Ryanair, dan siap memberikan dukungan penuh," kata perwakilan Boeing. FAA Amerika Serikat turut terlibat dan secara khusus mengonfirmasi bahwa pesawat yang terlibat adalah varian 737 NG, bukan 737 MAX yang reputasinya sudah tercoreng lebih dulu. Investigasi dipimpin otoritas penerbangan North Macedonia, mengingat pecahnya komponen mesin terjadi saat pesawat melintas di ruang udara mereka.
Salah seorang penumpang bernama Christina, yang memberikan kesaksian kepada Radio Thessaloniki, menggambarkan momen tersebut dengan dingin: "Masker oksigen langsung keluar dan tercium bau yang menyengat. Kepala dan bahu seorang penumpang sempat berada di luar jendela. Beruntung ia masih mengenakan sabuk pengaman."
Nasib lebih berpihak kali ini. Tapi insiden ini ibarat cermin retak dari kekhawatiran lama soal kondisi armada tua dan standar perawatan Ryanair, pertanyaan yang, entah kebetulan atau tidak, selalu mencuat setiap kali kejadian semacam ini terjadi. Persis seperti tragedi Southwest Airlines 2018, ketika seorang penumpang tewas setelah sebagian tubuhnya tersedot keluar jendela akibat kerusakan mesin yang memecahkan kaca kabin. Bedanya: kali ini tidak ada yang pulang dalam peti mati.