SENIN, 12 OKTOBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Jasad Pelaut yang Hilang di Dekat NLL Ditemukan 52...

Internasional

Jasad Pelaut yang Hilang di Dekat NLL Ditemukan 52 Km dari Pantai

Angkatan Laut Korea Selatan menemukan jenazah seorang pelaut yang hilang saat bertugas di kapal perusak di perairan dekat Garis Batas Utara, sekitar 52 km sebelah timur kota Geojin, Provinsi Gangwon.

Korea Selatan menemukan jasad pelaut yang hilang di dekat Korea Utara.

Pencarian hampir sehari akhirnya berujung kabar duka. Sekitar pukul 05.58 waktu setempat pada 13 Juli, tim pencari Angkatan Laut Korea Selatan menemukan dan mengevakuasi jenazah seorang prajurit yang hilang saat bertugas di atas kapal perusak, di perairan dekat Garis Batas Utara (NLL), batas maritim de facto di sisi timur Semenanjung Korea.

Jenazah itu ditemukan sekitar 52 km sebelah timur kota Geojin, Kabupaten Goseong, Provinsi Gangwon. Angkatan laut tidak mengungkap detail lebih jauh soal kondisi atau sebab sang prajurit bisa raib dari atas kapal. Tidak ada indikasi resmi apakah ia sempat melintas ke sisi utara NLL sebelum jasadnya ditemukan di sisi selatan.

Sebelum jenazah ketemu, Seoul sudah lebih dulu meminta bantuan Pyongyang, kalau-kalau pelaut itu terdampar melewati batas. Permintaan itu, agaknya, menguap tanpa respons. Bukan kejutan, sebetulnya: hubungan kedua negara kini di titik terendah dalam beberapa tahun, dan Korea Utara sudah lama memutus seluruh saluran komunikasi dengan Seoul.

Insiden ini seketika membawa ingatan ke September 2020. Saat itu seorang pejabat Kementerian Kelautan dan Perikanan Korea Selatan menghilang dari kapal patroli di lepas pantai barat, terdampar ke sisi utara, lalu ditembak mati oleh tentara Korea Utara. Pyongyang meminta maaf, tapi luka diplomatiknya belum juga pulih sepenuhnya sampai sekarang.

Dua Korea, secara teknis, masih dalam status perang. Konflik 1950-1953 berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian damai. NLL tetap salah satu titik paling panas di planet ini, di mana insiden kecil sekalipun bisa membesar lebih cepat dari yang diprediksi siapapun. Kali ini jenazah ditemukan di sisi selatan. Tapi apa yang sebenarnya terjadi di atas kapal itu, boleh jadi tak akan pernah terjawab tuntas.