SABTU, 10 OKTOBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Italia dan Spanyol Panggil Perwakilan Israel Usai...

Internasional

Italia dan Spanyol Panggil Perwakilan Israel Usai Prajurit UNIFIL Ditahan dan Kendaraan Ditembak di Lebanon

Militer Israel menahan seorang prajurit UNIFIL asal Spanyol dan menembaki konvoi logistik Italia di Lebanon, memicu respons diplomatik keras dari Roma dan Madrid.

Ketegangan antara Israel dan pasukan perdamaian PBB di Lebanon meledak ke titik baru pekan ini. IDF menahan seorang prajurit UNIFIL asal Spanyol setelah memblokir konvoi logistik yang beroperasi di selatan Lebanon, tak jauh dari posisi kontingen Indonesia. Kurang dari satu jam, tentara itu dibebaskan. Kerusakan diplomatiknya lain soal.

Insiden tidak berhenti di situ. Kendaraan lapis baja kontingen Italia juga ditembak dalam kejadian terpisah di kawasan yang sama. Cukup untuk membuat Roma habis sabar.

Italia bergerak cepat. Duta besar Israel dipanggil menghadap pemerintah di Roma, diminta memberi penjelasan atas serangan terhadap misi perdamaian yang dinilai sah di bawah mandat PBB. Bukan protes basa-basi: Italia punya sekitar 1.000 prajurit dalam misi UNIFIL dan sudah bertahun-tahun menjadi salah satu kontributor terbesar pasukan perdamaian itu.

Madrid pun bergerak ke arah yang sama. Kuasa usaha Israel dipanggil untuk memprotes penahanan prajurit UNIFIL-nya, yang Spanyol cap sebagai tindakan "tidak dapat dibenarkan." Menteri Luar Negeri Jose Manuel Albares melangkah lebih jauh, mengutuk seluruh operasi militer Israel di Lebanon lewat wawancara dengan Radio Nacional de Espana.

"Tidak dapat diterima bahwa invasi terhadap negara berdaulat, serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB, dan pengeboman tanpa pandang bulu terhadap penduduk sipil di Beirut terus berlanjut," kata Albares.

Konteksnya penting. Spanyol dan Italia sama-sama anggota NATO yang selama ini menjaga nada hati-hati dalam mengkritik Israel, khususnya sejak konflik Gaza meletus Oktober 2023. Dua negara ini memanggil perwakilan diplomatik Israel nyaris bersamaan. Sinyal itu tidak kecil.

Soal gencatan senjata, Albares menyinggung posisi Iran dan Amerika Serikat. Pakistan sebagai mediator menegaskan bahwa AS, Iran, dan sekutu mereka telah menerima gencatan senjata "di mana-mana", termasuk Lebanon. Israel, kata Albares, menolak memperluas kesepakatan itu ke wilayah Lebanon dan tetap melanjutkan operasinya di sana.

Sedikitnya 254 warga sipil Lebanon tewas akibat rentetan serangan udara Israel, ribuan lainnya luka-luka. Madrid menyebut angka itu bukti nyata dari pengeboman tanpa pandang bulu. Angka yang tidak main-main.

UNIFIL mengonfirmasi insiden penahanan lewat pernyataan resmi pada Selasa, tanpa menyebut kewarganegaraan prajurit yang ditahan. Spanyol-lah yang kemudian membuka fakta bahwa itu salah satu tentaranya.

Pertanyaannya sederhana: apakah dua panggilan diplomatik sekaligus ini cukup membuat Israel meninjau ulang pendekatannya di selatan Lebanon? Agaknya tidak dalam waktu dekat. Tapi tekanan dari sesama anggota NATO, dua negara sekaligus, bukan jenis kebisingan yang bisa begitu saja disapu ke bawah karpet.