SELASA, 20 OKTOBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Israel-Yordania Cegat Rudal Iran, Aqaba Terseret P...

Internasional

Israel-Yordania Cegat Rudal Iran, Aqaba Terseret Pusaran Konflik

Pasukan Israel dan Yordania mencegat rudal balistik Iran yang mengarah ke kota pelabuhan Aqaba, sementara AS dan Yordania berselisih soal klaim evakuasi bandara di tengah eskalasi yang kian mengkhawatirkan.

Yordania Bantah Laporan AS soal Evakuasi Bandara dan Pelabuhan Aqaba

Kota pelabuhan Aqaba mendadak jadi titik panas baru pekan ini, ketika Iran meluncurkan serangan rudal yang memaksa Israel dan Yordania berkoordinasi dalam operasi pencegatan bersama pada Minggu (19/7).

Militer Yordania mengklaim berhasil menembak jatuh tiga dari empat rudal Iran yang ditujukan ke wilayah kerajaan itu. Rudal keempat jatuh di daerah terpencil tanpa korban. Israel ikut andil dengan meluncurkan beberapa pencegat untuk menahan puing-puing agar tidak masuk ke wilayahnya. Hasilnya: serpihan ditemukan di area terbuka dekat Eilat, tapi tidak ada kerusakan atau korban yang dilaporkan.

Sirene serangan udara meraung di Amman dan sejumlah kota lain. Militer Israel bahkan sudah lebih dulu mendeteksi peluncuran dari Iran dan memperingatkan potensi "dampak lanjutan" ke wilayah Israel sebelum pencegatan dilakukan.

Kisruh diplomatik menyusul. Kedutaan Besar AS di Amman menyatakan otoritas Yordania telah mengevakuasi Bandara dan Pelabuhan Aqaba karena ancaman yang disebut "spesifik dan kredibel", sekaligus mengimbau warga AS menghindari kawasan itu. Juru bicara pemerintah Yordania Mohammad al-Momani langsung membantah kepada AFP: "pihak berwenang belum mengeluarkan keputusan apa pun untuk mengevakuasi Bandara Aqaba atau pelabuhan, dan keduanya beroperasi normal." Kontradiksi terbuka antara dua sekutu, bukan antara musuh.

Dua nyawa. Sebelum insiden Aqaba, militer AS mengumumkan dua anggotanya tewas dan satu lainnya hilang di Yordania akibat serangan Iran yang dilancarkan pada Jumat sebelumnya. Korban pertama pasukan Amerika sejak baku tembak langsung dengan Teheran kembali meletup bulan ini. Angka kecil secara statistik, besar secara preseden.

Semua ini terjadi di atas reruntuhan nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan pada Juni lalu, sebuah kesepakatan yang seharusnya membuka jalan menuju perjanjian damai permanen antara Washington dan Teheran. Entah kebetulan atau tidak, tinta nota itu agaknya belum kering ketika rudal-rudal mulai beterbangan lagi.

Yordania kini terjepit dari segala sudut: berulang kali harus membalas serangan Iran di wilayahnya sendiri, berkoordinasi taktis dengan Israel, sekaligus mengelola benturan narasi dengan AS. Bagi Amman, bandara dan pelabuhan Aqaba bukan sekadar infrastruktur. Keduanya adalah urat nadi perdagangan kerajaan itu. Kalau data pernyataan AS ini bisa dipercaya, ancaman terhadap dua fasilitas itu bukan hal yang bisa dianggap enteng. Pertanyaannya, sampai kapan Yordania bisa terus bermain di tengah api tanpa terbakar?