Takbir belum selesai dikumandangkan ketika bom Israel sudah jatuh di Al-Rimal.
Selasa (26/5) malam waktu setempat, pesawat tempur Israel menyerang sebuah rumah di dekat Masjid Al-Kanz, lingkungan Al-Rimal, Kota Gaza, tepat ketika warga Palestina bersiap menyambut Idul Adha. Dari serangan di titik itu saja, Rumah Sakit Al-Shifa menerima jasad dua korban tewas dan lebih dari 20 orang lainnya dalam kondisi luka-luka. Dalam 24 jam terakhir, sumber medis di Gaza mencatat sedikitnya 11 warga gugur akibat serangan udara Israel di sejumlah penjuru Jalur Gaza.
Empat korban jiwa lain dilaporkan dari Gaza Tengah, dalam serangan terpisah di periode yang sama. Rentetan ini, entah kebetulan atau tidak, kembali memuncak tepat menjelang hari besar.
Juru Bicara Pertahanan Sipil Gaza kepada Al Jazeera menyebut tim evakuasi masih berjibaku mengeluarkan korban dari reruntuhan di Al-Rimal. "Tidak ada gencatan senjata yang nyata," tegasnya. "Pemboman dan pembunuhan terus berlanjut." Pihak pertahanan sipil juga mencatat Israel telah melakukan 2.800 pelanggaran gencatan senjata sejak kesepakatan itu diteken.
Juru bicara Hamas Hazem Qassem memilih kata-kata yang lebih keras. Menjelang Idul Adha ini, katanya, pendudukan terus melancarkan pembantaian dengan membidik warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak yang sedang berbelanja kebutuhan hari raya. Ia menyindir negara-negara Muslim yang disebutnya cuma berdiam diri menyaksikan pembunuhan demi pembunuhan. "Merupakan aib bagi sebuah bangsa dengan sejarah, pengaruh, dan kedudukannya untuk tetap diam menghadapi tingkat pembunuhan dan penderitaan seperti ini, sementara Gaza sendirian menghadapi penderitaan yang terus berlanjut," kata Qassem.
Israel juga disebut secara sengaja menargetkan personel sipil yang bertugas menjaga keamanan di Gaza. Kalau data ini bisa dipercaya, ini bukan sekadar serangan militer biasa. Banyak pengamat menilainya sebagai upaya melanggengkan kekosongan keamanan, pemerintahan, dan layanan publik di wilayah yang sudah luluh lantak.
Bagi warga Gaza yang masih hidup, malam takbiran kali ini terasa seperti malam-malam sebelumnya. Bukan perayaan. Hanya ledakan.