KAMIS, 24 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Israel Bangun Pangkalan Rahasia di Gurun Irak, Sat...

Internasional

Israel Bangun Pangkalan Rahasia di Gurun Irak, Satu Tentara Tewas Saat Hendak Menyelidiki

Israel dilaporkan mendirikan pos militer rahasia di gurun Irak untuk mendukung serangan udara melawan Iran. Instalasi itu nyaris terbongkar setelah tentara Irak yang menyelidiki lokasi tersebut mendapat tembakan hebat.

Israel Built And Defended A Secret Base In Iraq For Iran War: Report

Satu tentara Irak tewas, dua lainnya luka-luka. Hanya karena mendekati sebuah titik koordinat di gurun yang ternyata bukan wilayah kosong biasa.

Israel, menurut laporan Wall Street Journal yang mengutip pejabat Amerika Serikat, secara diam-diam mendirikan pos militer rahasia di wilayah gurun Irak. Instalasi itu dibangun tak lama sebelum kampanye militer bersama AS dan Israel terhadap Iran bergulir pada akhir Februari.

Bukan pos sembarangan. Fasilitas ini berfungsi sebagai pusat logistik Angkatan Udara Israel, sekaligus menampung tim pencarian dan penyelamatan yang bersiaga jika ada pilot Israel ditembak jatuh di atas wilayah musuh. Pasukan khusus Israel dilaporkan ditempatkan di sana. AS dikonfirmasi mengetahui keberadaan instalasi tersebut.

Nyaris terbongkar pada awal Maret. Seorang penggembala lokal memperhatikan aktivitas tidak lazim di area itu, termasuk lalu-lalang helikopter, lalu melaporkannya ke pihak berwenang Irak. Tentara Irak bergerak menyelidiki.

Itu keputusan yang berujung petaka.

Personel di pangkalan tersebut melepaskan tembakan ke arah pasukan yang mendekat. Satu tentara Irak gugur di tempat. Dua lainnya dilarikan dengan luka-luka.

Keberadaan instalasi semacam ini di tanah Irak bukan sekadar urusan taktis. Ini menyentuh kedaulatan negara yang sudah lama jadi arena perebutan pengaruh kekuatan regional, dari Teheran sampai Washington. Pemerintah Baghdad, yang relasi politiknya dengan faksi-faksi pro-Iran terbilang rumit, kini terjepit di situasi yang sulit, insiden ini sudah menelan nyawa, dan publik menuntut jawaban.

Pertanyaannya bukan lagi soal apakah pangkalan itu ada. Seberapa jauh operasi semacam ini sudah berlangsung? Dan siapa lagi yang tahu?