KAMIS, 24 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  ISAT Paling Royal, Deretan Emiten Tebar Dividen Se...

Finansial

ISAT Paling Royal, Deretan Emiten Tebar Dividen Sepanjang Mei 2026

PT Indosat Tbk (ISAT) memimpin dengan dividen jumbo Rp 3,57 triliun, sementara sederet emiten dari berbagai sektor bersiap berbagi laba tahun buku 2025 kepada pemegang saham sepanjang Mei ini.

Lengkap! Ini Jadwal Cum Date Dividen Mei 2026, Ada Punya Kamu?

PT Indosat Tbk (ISAT) menjadi bintang utama musim dividen Mei 2026 dengan nilai pembagian laba yang sulit diabaikan: Rp 3,57 triliun, setara Rp 111 per saham. Keputusan itu disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada 5 Mei 2026, ditopang laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 5,5 triliun dengan total ekuitas Rp 39,5 triliun per akhir 2025.

"Dividen per saham mencapai Rp 111," tulis Corporate Secretary ISAT Reski Damayanti dalam keterangannya, Kamis (7/5/2026).

Angka yang bukan main.

ISAT tidak sendirian. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) menyiapkan dividen Rp 1,51 triliun, Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) membagikan Rp 850,17 miliar. Perbankan big-cap kembali jadi jangkar: PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) melengkapi deretan emiten keuangan yang secara historis konsisten menjaga dividend payout ratio di level atraktif.

Diversifikasi sektornya cukup menarik. Selain telekomunikasi dan perbankan yang mendominasi nilai nominal, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) dari sektor energi dan infrastruktur serta PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) dari sisi konsumsi turut memperkaya pilihan bagi investor yang sedang menata ulang portofolio.

Solidnya kinerja keuangan tahun buku 2025 pada banyak emiten, entah kebetulan atau tidak, agaknya menjadi bantalan psikologis saat volatilitas IHSG belum sepenuhnya mereda sejak awal tahun. Bukan jenis ketenangan yang bisa diasumsikan bertahan lama, tapi setidaknya itu yang terbaca dari data.

Bagi yang belum sempat mencermati jadwal, cum date untuk beberapa emiten sudah bergulir sejak 5 Mei lalu. Batas waktu tercatat sebagai pemegang saham yang berhak menerima dividen terus bergeser setiap pekan. Melewatkan cum date berarti melewatkan pembayaran, meski sahamnya tetap digenggam.

Satu hal yang kerap luput: saat saham masuk periode ex dividen, harga di pasar reguler umumnya terkoreksi teknis sesuai nominal yang dibagikan. Strategi beli sebelum cum date lalu jual setelahnya tidak selalu menghasilkan cuan bersih. Koreksi harga kerap menggerus selisihnya habis. Kalkulasi dividend yield secara menyeluruh, bukan sekadar nominal per saham, itulah yang membedakan strategi matang dari yang sekadar ikut-ikutan musim.