SENIN, 19 OKTOBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Iran Tangguhkan MoU Islamabad, Jalan Menuju Gencat...

Internasional

Iran Tangguhkan MoU Islamabad, Jalan Menuju Gencatan Senjata Makin Buntu

Teheran secara resmi menangguhkan pelaksanaan nota kesepahaman Islamabad dengan AS, menyusul sinyal Trump bahwa Washington sudah menganggap perjanjian itu tidak berlaku.

Diplomatic Scramble Intensifies as U.S.–Iran Peace Talks Emerge Amid Expanding Middle East Conflict - Jakarta Daily

Gencatan senjata Iran-AS yang diraih lewat susah payah di Islamabad kini tinggal nama. Sabtu (18/7/2026), Teheran secara resmi mengumumkan penangguhan pelaksanaan nota kesepahaman (MoU) Islamabad, dengan menuding Washington lebih dulu mengkhianati komitmen yang tertuang dalam kerangka kerja perjanjian tersebut.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi tidak menahan kata-katanya. "AS telah melanggar dan menangguhkan semua komitmen di dalam kerangka kerja nota kesepahaman Islamabad," tegasnya dalam pernyataan yang disiarkan kantor berita Fars. Gharibabadi menegaskan, "Kami juga menangguhkan komitmen-komitmen kami; kami tidak mengimplementasikannya, dan kami sedang sibuk mempertahankan negara kami."

Pengumuman Teheran ini datang beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump bicara blak-blakan di sela KTT NATO pekan lalu. "Bagi saya, saya pikir itu sudah berakhir. Saya tidak mau bernegosiasi dengan mereka," kata Trump kepada wartawan. Pendek. Tapi keras. Agaknya kalimat itulah pemantik yang membuat Teheran akhirnya memformalkan posisinya.

Kini baik Washington maupun Teheran sama-sama mengklaim pihak lawanlah yang lebih dulu mundur dari kesepakatan. Masing-masing berdiri di sisi tembok yang sama tingginya, tidak ada satu pun yang tampak mau bergeser. Siapa yang memulai? Kalau data diplomasi bisa dipercaya, jawabannya tidak pernah objektif di panggung seperti ini.

Penangguhan MoU Islamabad membuka kembali luka yang belum mengering. Serangan yang disebut masih berlanjut membuat prospek perundingan baru terasa kian jauh, tidak, bukan em dash, terasa semakin pahit untuk dibayangkan. Bagi kawasan yang sudah lama dihajar ketidakpastian, eskalasi dua kekuatan ini bukan sekadar berita. Ini alarm.