JUMAT, 16 OKTOBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Iran Pamerkan Kapal Trimaran 27 Rajab, Rudal Jangk...

Internasional

Iran Pamerkan Kapal Trimaran 27 Rajab, Rudal Jangkau 700 Km

IRGC meluncurkan kapal serang cepat 27 Rajab dengan kecepatan klaim 100 knot dan rudal jelajah berjangkauan 700 km, sinyal terbaru penguatan armada Iran di Selat Hormuz.

Kapal cepat Iran menembakkan rudal dengan jangkauan 700 km.

Kapal itu diperkenalkan bukan di dermaga, melainkan di tengah kota. Lapangan Enqelab, Teheran, Minggu 31 Mei 2026, menjadi panggung peluncuran "27 Rajab", kapal serang cepat terbaru milik Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC Navy). Bukan sekadar seremonial, ini pamer otot.

Desain 27 Rajab langsung mencuri perhatian. Konfigurasi trimarannya, lambung utama diapit dua lambung kecil di kanan dan kiri, lahir dari kebutuhan spesifik: menjaga stabilitas saat bergerak kencang di perairan bergelombang. Kapal ini diklaim sanggup beroperasi dalam kondisi laut dengan gelombang hingga tiga meter tanpa kehilangan kemampuan manuver.

Angka kecepatannya yang beredar lewat Fars News dan Tasnim menyebut 100 knot, sekitar 185 kilometer per jam. Kalau benar, 27 Rajab masuk kategori kapal tempur tercepat yang pernah dioperasikan Iran. Agaknya klaim ini butuh verifikasi independen. Tapi bahkan jika angka sesungguhnya separuhnya, tetap bukan kapal yang mau kamu kejar di perairan sempit.

Yang lebih berbahaya dari kecepatannya adalah giginya. Dua rudal anti-kapal terpasang sebagai senjata utama, dengan jangkauan efektif mencapai 700 kilometer. Cukup untuk menghajar kapal permukaan jauh sebelum sempat bereaksi. Dari sini, 27 Rajab bukan lagi sekadar kapal patroli cepat, melainkan platform serangan yang bisa membuat kapal perusak modern berpikir dua kali.

Doktrin swarming sudah lama menjadi andalan IRGC Navy. Strateginya sederhana tapi mematikan: puluhan hingga ratusan kapal kecil berkecepatan tinggi bergerak serentak, mengepung target dari segala penjuru. Di lautan luas, taktik ini bisa dipatahkan. Di Selat Hormuz yang lebarnya hanya 33 kilometer di titik tersempit, ceritanya berbeda. Kapal tanker raksasa yang mengangkut jutaan barel minyak setiap hari tidak punya banyak ruang untuk kabur.

War Zone, situs analisis militer Amerika, sudah lama mencatat bahwa bukan kapal perang besar yang membuat Angkatan Laut IRGC berbahaya. Armada kapal kecil cepat itulah kekuatan sesungguhnya mereka. 27 Rajab memperkuat tesis itu, sekaligus memperlihatkan Iran terus mendorong batas kemampuan industri pertahanan domestiknya meski sanksi internasional sudah menghimpit bertahun-tahun. Bak gayung bersambut antara tekanan eksternal dan ambisi internal.

Peluncuran ini datang di saat yang tidak kebetulan. Negosiasi antara Teheran dan Washington kabarnya masih menemui jalan buntu di tiga isu krusial, salah satunya soal pencairan aset Iran yang dibekukan. Teheran ingin pengembalian segera setelah kesepakatan diumumkan. Washington ngotot mekanisme bertahap berbasis kinerja. Mediasi Pakistan dan sejumlah aktor regional lain belum berhasil menjembatani perbedaan itu. Sinyal militer seperti ini, kalau data di meja perundingan bisa dipercaya, bisa dibaca sebagai pesan tambahan yang cukup keras.

Bagi yang melirik pergerakan harga minyak, Selat Hormuz tetap variabel yang tidak bisa dicoret dari kalkulasi. Pertanyaannya: seberapa jauh Iran mau mendorong sinyal ini menjadi sesuatu yang lebih dari sekadar pameran?