MINGGU, 18 OKTOBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Iran Ancam Bandara dan Pelabuhan UEA, Abu Dhabi De...

Internasional

Iran Ancam Bandara dan Pelabuhan UEA, Abu Dhabi Desak Semua Pihak ke Meja Perundingan

Setelah media Iran melaporkan ancaman serangan balasan ke bandara Dubai, Abu Dhabi, serta pelabuhan Fujairah dan Jebel Ali, Uni Emirat Arab langsung menyerukan de-eskalasi dan kembali ke jalur diplomasi.

Iran Ancam Evakuasi Bandara dan Pelabuhan Uni Emirat Arab Jika AS Serang Fasilitas Sipil

Ancaman Iran terhadap infrastruktur strategis Uni Emirat Arab memaksa Abu Dhabi angkat suara. Kementerian Luar Negeri UEA, Minggu (19/7), menyampaikan keprihatinan serius atas meningkatnya tensi antara Teheran dan Washington, sekaligus mendesak semua pihak menahan diri sebelum kawasan terperosok ke dalam konflik terbuka yang lebih luas.

Pemicunya laporan Fars News Agency yang mengutip sumber di lingkaran Angkatan Bersenjata Iran. Pejabat yang tidak disebutkan namanya itu memperingatkan: jika Amerika Serikat menyerang infrastruktur sipil Iran, otoritas UEA perlu segera mengevakuasi bandara Dubai dan Abu Dhabi, serta Pelabuhan Fujairah dan Jebel Ali. Keempat fasilitas itu, kata sumber tersebut, akan masuk daftar sasaran serangan balasan.

Eksplisit. Dan agaknya memang dirancang agar pihak ketiga berpikir dua kali sebelum mengizinkan wilayahnya jadi batu loncatan operasi militer AS.

UEA bergerak cepat. Dalam pernyataan resminya, Abu Dhabi menekankan pentingnya menghentikan seluruh tindakan permusuhan dan kembali ke jalur diplomasi. Satu hal yang digarisbawahi secara khusus: jaminan kebebasan dan keamanan pelayaran melalui Selat Hormuz, jalur tempat sekitar sepertiga perdagangan minyak dunia melintas setiap harinya.

Selat Hormuz selalu jadi kartu truf Teheran setiap kali kawasan memanas. Blokade atau gangguan sekecil apapun di jalur ini langsung dirasakan di pasar energi global. Bahwa Abu Dhabi langsung menyinggung Hormuz dalam pernyataannya bukan kebetulan, ini sinyal bahwa mereka sadar betul di mana letak titik paling rentan dari eskalasi ini.

Konteks yang lebih besar perlu dibaca juga. Sebelum ancaman terhadap UEA ini mencuat, Iran dilaporkan telah memperluas serangannya ke pangkalan-pangkalan AS di kawasan, termasuk di Yordania. CENTCOM mengakui dua personel militer Amerika tewas dalam serangan balasan Iran di Al-Azraq. Eskalasi sedang bergerak ke arah yang berbahaya, dan UEA tahu betul posisinya sebagai negara tuan rumah yang menyimpan kerentanan nyata.

Bagi pelaku pasar, situasi ini bukan sekadar layak dicermati. Fujairah adalah salah satu hub bunkering terbesar di dunia. Jebel Ali, pelabuhan kontainer tersibuk di Timur Tengah. Kalau dua titik ini terganggu, ditambah potensi penutupan Hormuz, kombinasinya bisa meluluhlantakkan rantai pasok energi dan mendongkrak harga minyak ke level yang belum terlihat dalam beberapa tahun terakhir.