SELASA, 29 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  iQOO Siapkan Dua Amunisi Gaming: Neo 12 dan 15T In...

Tekno

iQOO Siapkan Dua Amunisi Gaming: Neo 12 dan 15T Incar Segmen Performa Tinggi

iQOO bergerak di dua lini sekaligus, Neo 12 dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5 masih dalam pengujian, sementara 15T sudah diteaser dengan ray tracing penuh dan 2K 144FPS.

iQOO 15T Siap Guncang Pasar HP Gaming, Usung Ray Tracing Penuh dan 2K 144FPS

Dua produk sekaligus sedang disiapkan iQOO untuk mempertebal posisinya di segmen smartphone performa tinggi, dan keduanya tidak datang setengah-setengah.

Yang pertama datang dari bocoran tipster Smart Pikachu di Weibo: iQOO Neo 12 masih berada di tahap pengujian internal, tapi sudah cukup bikin kepala menoleh. Chipset yang disebut-sebut digunakan adalah Snapdragon 8 Elite Gen 5, SoC flagship generasi baru dari Qualcomm yang belum resmi diumumkan. Layar beresolusi 2K juga masuk dalam daftar spesifikasi yang dirumorkan. Kalau memang akurat, ini lompatan yang tidak kecil dari pendahulunya, iQOO Neo 11, yang hadir dengan Snapdragon 8 Elite plus baterai jumbo 7.500mAh.

Tapi yang paling bikin penasaran bukan soal chipsetnya. iQOO kabarnya tengah menguji dua pendekatan sistem pendingin berbeda untuk Neo 12: passive cooling dan active cooling. Active cooling di smartphone biasanya berarti kipas internal atau dukungan aksesori pendingin eksternal. Fitur seperti ini selama ini lebih sering ditemukan di lini gaming khusus seperti ASUS ROG atau RedMagic. Masuknya fitur ini ke seri Neo, yang selama ini bermain di posisi "semi-flagship" dengan harga lebih terjangkau, bisa jadi sinyal bahwa iQOO ingin mendorong batas segmennya. Ada trade-off yang harus dipikirkan. Active cooling biasanya berarti bodi lebih tebal dan konsumsi daya lebih besar. Bagaimana iQOO menyeimbangkan keduanya di produk final nanti adalah pertanyaan yang layak ditunggu jawabannya.

Sementara Neo 12 masih di balik pintu, iQOO 15T sudah terang-terangan memperlihatkan taringnya. Melalui teaser resmi yang dirilis 14 Mei 2026, iQOO memamerkan kemampuan "2K 144FPS Full-Scene Ray Tracing". Klaim yang cukup agresif untuk ukuran perangkat mobile. Ray tracing selama ini identik dengan PC desktop dan konsol generasi terbaru, bukan sesuatu yang biasa kita lihat di genggaman tangan.

Dua chip sekaligus. Begitulah iQOO 15T dirancang untuk menanggung beban grafis seberat itu: Snapdragon 8 Elite Gen 2 dari Qualcomm sebagai mesin utama, ditambah chip gaming khusus Q3 e-sports yang dirancang untuk menstabilkan frame rate dan membantu pemrosesan grafis. Kombinasi ini diklaim mampu menjaga konsistensi di angka 144fps bahkan saat pengaturan grafis dimaksimalkan. Klaimnya masih perlu dibuktikan di dunia nyata, tapi setidaknya secara teknis ini bukan sekadar marketing kosong.

Sistem pendingin 15T diperkirakan mengandalkan vapor chamber berukuran besar. Masuk akal, karena rendering ray tracing menarik beban GPU jauh lebih tinggi dibanding grafis mobile konvensional. Tanpa manajemen termal yang mumpuni, throttling hanya soal waktu. Panel OLED LTPO dengan touch sampling rate tinggi juga diprediksi hadir, melengkapi paket gaming kompetitif yang ditawarkan.

Peluncuran 15T dijadwalkan di China pada kuartal ketiga 2026. Jadwal dan harga untuk pasar global belum diumumkan.

Langkah ganda iQOO ini punya konteks yang jelas. Pasar smartphone gaming premium makin sesak, dengan ASUS ROG, RedMagic, dan Lenovo Legion sama-sama mendorong batas performa lewat chip gaming tambahan dan sistem pendingin yang semakin serius. iQOO, yang bernaung di bawah Vivo Group, agaknya memilih bermain di dua sisi: Neo 12 untuk segmen performa-harga kompetitif, dan 15T untuk pemain yang benar-benar tidak mau kompromi soal grafis. Strateginya masuk akal. Eksekusinya yang akan menentukan segalanya.