Dua ponsel baru dari iQOO sekaligus mendarat di China, Selasa 18 Agustus 2026. Proposisinya sama: baterai besar bukan lagi urusan ponsel murahan.
iQOO Neo11 Ultra dan iQOO Z11S debut bersamaan, masing-masing mengandalkan baterai berbasis teknologi silicon-carbon (Si-C) yang selama ini lebih sering terdengar di segmen flagship. Neo11 Ultra hadir dengan kapasitas 9.100 mAh. Z11S malah lebih jauh: 10.000 mAh, kapasitas terbesar dalam sejarah lini iQOO sejauh ini.
Ada yang menarik soal charging. Alih-alih baterai lebih besar berarti pengisian lebih cepat, justru sebaliknya di sini. Neo11 Ultra mendukung fast charging 100 watt, sedangkan Z11S hanya 44 watt meski kapasitasnya lebih jumbo. iQOO agaknya memilih trade-off berbeda untuk dua segmen pasar yang berbeda.
Klaim ketahanan baterai Neo11 Ultra terbilang agresif: 13,7 jam gaming mobile tanpa henti, atau 23 jam pemutaran video. Z11S diklaim tahan 23 jam untuk menonton video pendek, dan bisa menopang panggilan telepon hingga 34 jam. Kalau data ini bisa dipercaya, tentu saja masih perlu pengujian independen untuk memverifikasinya.
Dari sisi performa, Neo11 Ultra menjadi ponsel pertama yang menggunakan MediaTek Dimensity 9500M, chipset hasil kolaborasi iQOO dan MediaTek yang difabrikasi dengan proses 3nm. Konfigurasi CPU-nya all-big-core: satu ultra core berkecepatan 4,21 GHz, tiga premium core, empat performance core. Ditambah chip gaming Q2 buatan iQOO sendiri, RAM LPDDR5X hingga 16 GB, dan storage UFS 4.1 hingga 512 GB. Tidak main-main.
Monster Super Core Engine terintegrasi langsung di level chip untuk menjaga efisiensi daya tetap terkendali saat performa sedang dipacu habis. Pendekatan yang lebih elegan ketimbang sekadar bergantung pada cooling system konvensional.
Z11S bermain di kelas yang berbeda. Dimensity 7500, fabrikasi 4nm, clock speed 2,6 GHz, berpadu RAM LPDDR4X dan storage UFS 3.1. Spek yang wajar untuk segmennya, tidak lebih.
Layar keduanya sama-sama AMOLED 6,83 inci dengan refresh rate 144 Hz, tapi resolusi dan kecerahan terpisah jauh. Neo11 Ultra mengusung resolusi 3.200 x 1.440 piksel dengan puncak kecerahan 4.500 nit di area kecil. Z11S cukup dengan 2.800 x 1.260 piksel dan 2.000 nit. iQOO juga menyebut emisi cahaya biru berbahaya dari layar Neo11 Ultra berada di bawah 5 persen, dilengkapi teknologi Circular Polarized Light 2.0 untuk tampilan yang terasa lebih natural saat digunakan lama.
Sektor kamera Neo11 Ultra lebih serius: kamera utama 50 MP dengan sensor Sony LYT-700V, OIS, diafragma f/1.88, plus ultrawide 8 MP. Kamera selfie 16 MP. Z11S lebih sederhana dengan satu kamera belakang 50 MP dan selfie 8 MP. Tonjolan yang terkesan dua lensa di modul belakangnya? Salah satunya pemancar inframerah.
Keduanya sudah mengantongi sertifikasi IP68 sekaligus IP69, berjalan di OriginOS 6 berbasis Android 16, dan dibekali speaker stereo plus pemindai sidik jari dalam layar.
Soal harga di China, Neo11 Ultra dibanderol mulai 3.399 yuan atau sekitar Rp9 juta untuk varian 12/256 GB, naik hingga 4.399 yuan (sekitar Rp11,6 juta) untuk varian teratas. Z11S mulai 1.999 yuan (sekitar Rp5,2 juta) untuk 8/128 GB hingga 2.899 yuan (sekitar Rp7,6 juta) untuk 12/512 GB.
Harga resmi untuk pasar Indonesia belum diumumkan. Mengacu pola peluncuran iQOO di generasi sebelumnya, bisa jadi angkanya sedikit lebih tinggi setelah pajak dan distribusi masuk perhitungan. Bagi pemburu ponsel gaming dengan daya tahan baterai di atas rata-rata, dua perangkat ini layak masuk radar.