Tiap bulan AnTuTu memperbarui papan skor benchmark-nya, dan hasilnya selalu bikin penasaran: siapa yang bertahan di puncak, siapa yang tergusur. Edisi Juni 2026, pemenangnya tidak perlu berdebat panjang, iQOO 15 Ultra milik Vivo, dengan skor 4.142.923. Bukan menang tipis.
Di bawahnya, Red Magic 11S Pro+ dari Nubia bertahan di posisi dua dengan 4.101.393, disusul iQOO 15 di tiga besar dengan 4.052.100. Ketiganya sudah menembus angka 4 juta. Setahun lalu, angka segitu masih terasa seperti fiksi ilmiah.
Peringkat empat hingga enam ditempati Vivo X300 Ultra (3.964.767), Realme GT 8 Pro (3.958.736), dan Honor Win yang memang diposisikan sebagai ponsel gaming (3.923.454). Selisihnya tipis, kurang dari 50 ribu poin di antara ketiganya. Di dunia nyata, perbedaan itu agaknya tidak akan terasa oleh pengguna kebanyakan.
Oppo Find X9 Ultra mengisi posisi tujuh dengan 3.890.437. Dua slot berikutnya direbut duo Honor: Magic 8 Pro di peringkat delapan (3.845.606) dan Magic 8 standar di posisi sepuluh (3.796.250). Satu slot di antara keduanya, peringkat sembilan, ditempati iQOO 15T dengan skor 3.809.793.
Dominasi vendor Tiongkok di sini nyaris total. Tidak ada Samsung. Apple tidak masuk karena AnTuTu memang hanya merangkum ekosistem Android. Bagi yang sudah lama mengikuti lanskap pasar ponsel global, ini bukan kejutan, tapi tetap jadi sinyal soal ke mana chipset mobile sedang melaju.
Semua ponsel di daftar ini berjalan di atas chipset generasi terkini, dengan konfigurasi RAM dan storage yang sudah dirancang memaksimalkan throughput benchmark. Entah kebetulan atau tidak, mayoritas juga punya segmen pasar yang sama: kolektor spesifikasi dan gamer berat yang rela merogoh kocek dalam-dalam demi angka tertinggi di papan skor.
Seberapa relevan angka-angka ini buat pengguna biasa? Untuk aktivitas sehari-hari, ponsel di peringkat sepuluh pun sudah lebih dari cukup, kalau data ini bisa dipercaya sebagai representasi penggunaan nyata. Tapi bagi yang memang berburu performa puncak, daftar ini cukup jadi kompas.