RABU, 30 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  IPO BACH Grup Djarum: Harga Rp442, Jadwal Bergeser...

Finansial

IPO BACH Grup Djarum: Harga Rp442, Jadwal Bergeser, dan Siapa Pengendali Barunya

PT Bach Multi Global Tbk (BACH) menetapkan harga IPO di Rp442 per saham dan mundur sehari ke 8 Juli 2026. Ada yang menarik di balik angka-angkanya.

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) akan kedatangan emiten pemasok genset PT Bach Multi Global Tbk (BACH), yang siap menawarkan 615 juta lembar sahamnya kepada publik (initial public offering/IPO)

Harga IPO PT Bach Multi Global Tbk (BACH) dikunci di Rp442 per saham, tepat di titik tengah kisaran book building Rp400-Rp500. Bukan di ujung atas, bukan di bawah. Angka yang agaknya mencerminkan negosiasi alot antara manajemen dengan penjamin emisi.

Jadwalnya bergeser. Masa penawaran umum ditetapkan 2-6 Juli 2026, dengan pencatatan perdana di Bursa Efek Indonesia pada 8 Juli 2026. Bagi investor ritel yang sudah antre dari awal, setiap perubahan jadwal layak ditandai.

Dari 615 juta saham baru yang dilepas, setara 15,06 persen dari modal ditempatkan setelah IPO, BACH berpotensi meraup sekitar Rp271,83 miliar dari pasar primer. Dana itu tidak sepenuhnya untuk ekspansi. Sekitar Rp91,02 miliar langsung diarahkan mencicil utang ke PT Bank Permata Tbk (BNLI) dari fasilitas Omnibus Revolving Loan berbunga 6,3 persen. Saldo pinjaman per 31 Mei 2026 tercatat Rp210,06 miliar, ditarik sejak Januari hingga Maret 2026 untuk modal kerja. Sisa dana IPO? Masuk lagi ke modal kerja, khususnya pembelian genset yang akan dijual maupun disewakan.

Bisnis BACH berkutat di penjualan dan penyewaan generator set. Segmen yang mungkin tidak seksi di mata sebagian investor, tapi permintaannya nyata: kawasan industri, pusat data, proyek konstruksi, fasilitas kesehatan, telekomunikasi. Semua butuh listrik cadangan.

Yang justru perlu dicermati lebih dalam adalah struktur kepemilikan setelah IPO. Jauh sebelum saham ini diperdagangkan, PT Bach Multi Sukses Investama (BMSI) dan PT Global Telekomunikasi Prima (GTP) sudah meneken perjanjian opsi pada awal Januari 2026. GTP memperoleh hak membeli saham BMSI yang, jika dieksekusi, akan merepresentasikan 51 persen kepemilikan BACH pasca-IPO. Hak opsi itu dikonfirmasi dilaksanakan pada Maret 2026, dengan harga pelaksanaan identik dengan harga IPO: Rp442 per saham. Transaksi diselesaikan paling lambat lima hari kerja setelah saham resmi tercatat.

GTP akan menjadi pengendali baru. Perubahan pengendali setelah IPO bukan hal terlarang, tapi ini bukan informasi yang bisa ditelan begitu saja. Pertanyaannya, ke mana arah strategi bisnis setelah kendali berpindah tangan? Keputusan ekspansi, kebijakan dividen, seluruhnya bisa berbelok dari sini.

Satu nama di jajaran komisaris juga layak dicatat. Komisaris Utama BACH Anita Anwar tercatat pula sebagai Komisaris Utama PT Remala Abadi Tbk (DATA), Wakil Direktur Utama Protelindo, dan Direktur PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). Rekam jejak di infrastruktur dan telekomunikasi relevan, mengingat klien utama BACH banyak berasal dari sektor serupa.

Valuasi tidak agresif, profil bisnis defensif. BACH bukan tipikal saham yang nge-rally kencang di hari pertama, kalau data ini bisa dipercaya sebagai sinyal. Tapi bagi investor yang lebih suka fundamental ketimbang euforia, angka Rp442 dan penggunaan dana yang setengahnya untuk bayar utang adalah dua hal yang perlu dibaca lebih teliti sebelum ikut antre.