Sepanjang paruh pertama 2026, bocoran soal iPhone 18 Pro mengalir deras dari penjuru mana-mana, dan gambarannya kian konsisten: ini bukan sekadar refresh tahunan. Setidaknya itu yang bisa disimpulkan dari laporan yang bertumpuk dalam beberapa bulan terakhir.
Dari sisi kamera, Apple disebut akan mengadopsi variable aperture pada lensa utama iPhone 18 Pro, teknologi yang selama ini hanya lazim di DSLR dan mirrorless kelas atas. Cara kerjanya sederhana tapi impactful: diafragma lensa membuka lebar saat kondisi gelap untuk menyerap cahaya maksimal, lalu menyempit di lingkungan terang agar foto tidak overexposed. Sensor utamanya pun membesar hingga 1/1,14 inci. Konsekuensinya, modul kamera belakang akan bertambah tebal sekitar 2 milimeter karena komponen internal yang lebih besar butuh ruang lebih lega.
Teknologi ini bukan benar-benar baru. Huawei sudah memperkenalkan sistem multi-stop serupa di Mate 50 Pro pada 2022, dan Samsung pernah mencoba dual-aperture di Galaxy S9 empat tahun sebelumnya. Tapi di tangan Apple, yang terkenal mengintegrasikan hardware dan software secara ketat, implementasinya diperkirakan berbeda, terutama dengan dukungan pemrosesan AI real-time dari iOS 27.
Bicara soal jeroan, chipset A20 Pro pada seri Pro menjadi yang pertama menggunakan arsitektur transistor Gate-All-Around (GAA) dari TSMC dengan proses 2nm. Dibanding FinFET sebelumnya, GAA menutup saluran transistor dari empat sisi, bukan tiga, sehingga kebocoran arus berkurang dan kecepatan switching meningkat. Klaim peningkatan CPU-nya mencapai 15% dibanding A19 Pro.
Lebih menarik lagi soal kemasan chipnya. Apple dilaporkan menggunakan desain Wafer-Level Multi-Chip Module (WMCM) untuk A20 Pro, di mana application processor dan chip memori ditempatkan berdampingan menggunakan Redistribution Layer. Pendekatan ini memindahkan DRAM menjauh dari AP sehingga disipasi panas jauh lebih efisien. Dibangun di atas fondasi vapor chamber yang sudah diperkenalkan di iPhone 17 Pro, manajemen termal iPhone 18 Pro agaknya akan menjadi yang terbaik dalam sejarah lini ini.
Soal RAM, Ming-Chi Kuo menyebutkan bahwa iPhone 18 Pro dan Pro Max dibekali 12GB, dikonfigurasi dari delapan dies masing-masing 1,5GB. iPhone 18 standar dan iPhone 18e hanya kebagian 9GB dari enam dies serupa. Selisih 3GB itu bukan angka yang bisa diabaikan, karena beberapa fitur Apple Intelligence paling canggih di iOS 27 butuh minimal 12GB RAM untuk berjalan. Artinya, pengguna seri standar terancam tidak kebagian sejumlah fitur AI yang sudah digembar-gemborkan sejak WWDC 2026. Situasi yang bisa jadi akan kembali memicu perdebatan di forum-forum teknologi, persis seperti ketika Apple Intelligence pertama kali diluncurkan.
Berita yang lebih berat justru dari sisi harga. Tim Cook sudah terang-terangan menyatakan kenaikan harga tak bisa dihindari, dengan menyebut produsen chip memori kini meneruskan kenaikan biaya produksi langsung ke Apple. Nabila Popal, Senior Director di IDC, merevisi proyeksinya ke atas setelah melihat Apple menaikkan harga Mac dan iPad jauh lebih agresif dari perkiraan. "Insting pribadi saya mengatakan kenaikan untuk iPhone mungkin lebih tinggi dari yang kami perkirakan, bahkan mungkin $200 untuk model Pro Max," kata Popal kepada Tom's Guide. "Saya pikir era kenaikan harga $50 sudah berakhir."
Data TechInsights memperlihatkan betapa dramatisnya tekanan biaya komponen ini. Modul RAM 12GB yang pada iPhone 17 Pro hanya menelan biaya sekitar US$39 diperkirakan melonjak menjadi US$145 di iPhone 18 Pro. Kenaikan ini saja sudah mendorong total bill of materials naik sekitar 25%. Berdasarkan kalkulasi tersebut, Apple perlu membanderol iPhone 18 Pro di kisaran US$1.369 hanya untuk mempertahankan margin yang sama. Angka yang tidak main-main.
Di lapangan, bocoran dari leaker China menunjukkan rentang yang lebih lebar. Digital Chat Station memperkirakan kenaikan sekitar 11 persen, yang di AS berarti harga naik dari US$1.099 menjadi sekitar US$1.220. Leaker Instant Digital lebih pesimistis, memperkirakan Pro Max di kisaran US$1.300 hingga US$1.450. The Wall Street Journal bahkan menyebut US$1.399 sebagai harga dasar iPhone 18 Pro, memperhitungkan sistem kamera baru yang lebih mahal. Kalau estimasi termahal itu benar, kenaikannya mendekati 27 persen dari generasi sebelumnya.
IPhone lipat pertama Apple yang disebut-sebut meluncur bersamaan di September 2026 proyeksinya bahkan lebih menguras kantong. Ming-Chi Kuo memperkirakan harganya bisa menyentuh US$2.500, dan dengan potensi kenaikan 10-20 persen di atas itu, varian penyimpanan tertinggi bisa tembus US$3.000 atau setara sekitar Rp53 juta.
Bagi konsumen di Indonesia, angka-angka itu harus ditambah pajak impor dan bea masuk. Jika harga dasar iPhone 18 Pro di AS jadi US$1.299, banderol resmi di sini sangat mungkin menyentuh Rp25-30 juta untuk varian terendah. Pertanyaannya, apakah variable aperture dan chip WMCM sepadan dengan selisih harga yang bisa mencapai jutaan rupiah dibanding generasi sebelumnya? Entah kebetulan atau tidak, Apple selalu menemukan cara untuk membuat pertanyaan itu terasa relevan setiap September.