Tanggal 8 September 2026 agaknya sudah dikunci di kalender internal Apple. Mark Gurman dari Bloomberg mengonfirmasi bahwa perusahaan tetap pada jadwal tradisionalnya: meluncurkan iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, dan ponsel lipat pertamanya pada Selasa atau Rabu pertama setelah Hari Buruh Amerika Serikat. Kandidat kedua jatuh pada 9 September. Momentum menuju musim liburan menjadi alasan logistis di balik pemilihan waktu ini, sekaligus kunci untuk mendongkrak pendapatan kuartal keempat Apple.
Bukan soal jadwalnya yang paling menarik, tapi apa yang dibawa perangkat-perangkat itu. Untuk seri Pro, bocoran dari platform Weibo yang dikutip GSM Arena menyebut peningkatan kamera utama sudah "dikonfirmasi." Modul kamera belakang iPhone 18 Pro dan 18 Pro Max akan bertambah tebal sekitar 2 milimeter dibanding generasi sebelumnya. Ada dua faktor pemicunya: adopsi aperture variabel dan kemungkinan penggunaan sensor yang lebih besar. Aperture variabel memungkinkan lensa menyesuaikan bukaan sesuai kondisi cahaya, sesuatu yang selama ini jadi keunggulan kamera mirrorless kelas atas. Bukan fitur sembarangan.
Chipset A20 Pro akan melayani seri premium ini dengan proses fabrikasi 2nm dari TSMC. Peningkatan performa CPU diklaim sekitar 15 persen, efisiensi daya naik hingga 30 persen dibanding A19. Seri Pro dan iPhone Ultra mendapat jatah 12GB RAM, angka yang sejalan dengan kebutuhan pemrosesan AI yang makin rakus.
Cerita berbeda untuk iPhone 18 reguler dan iPhone 18e. Ming-Chi Kuo, analis TF International Securities yang rekam jejaknya soal prediksi Apple terbilang konsisten, memproyeksikan kedua model ini hanya dibekali 9GB RAM. Bukan 12GB seperti rumor yang sebelumnya beredar. Konfigurasinya spesifik: enam chip DRAM berkapasitas 1,5GB, dipasangkan dengan chipset A20 standar. Kendala pasokan memori global dan tekanan biaya produksi disebut sebagai alasan Apple menahan diri. Bukan kejutan besar, kalau jujur. Apple punya sejarah panjang membuktikan bahwa angka RAM di atas kertas bukan penentu tunggal performa. Integrasi antara iOS, chipset, dan manajemen memori proprietary-lah yang selama ini bekerja diam-diam di balik layar.
Adapun model reguler dan iPhone 18e baru akan diperkenalkan pada musim semi 2027, berbeda dari seri Pro dan Ultra yang meluncur September 2026.
9GB. Angka yang agaknya bakal memicu perdebatan panjang di forum-forum teknologi.
Bayang-bayang yang mengganggu dari seluruh kabar ini soal harga. Spekulasi menyebut iPhone 18 Pro dan iPhone Ultra bisa lebih mahal hingga US$200 dibanding generasi sebelumnya, atau sekitar Rp3,2 juta lebih. Penyebabnya bukan semata inovasi, tapi apa yang mulai disebut sebagai "pajak AI": lonjakan permintaan chip memori dari industri kecerdasan buatan telah menciptakan kelangkaan yang menekan biaya komponen secara luas. Apple sendiri sudah menaikkan harga pada sebagian besar lini produknya. iPhone, tampaknya, giliran berikutnya.
Chipset 2nm, Dynamic Island yang lebih ramping, kamera aperture variabel, baterai lebih tahan lama. Semua peningkatan itu layak, entah kebetulan atau tidak, datang bersamaan di tahun yang sama dengan tekanan harga paling berat dalam beberapa generasi terakhir. Pertanyaannya sederhana tapi pedas: apakah semua ini cukup untuk membenarkan kenaikan ratusan dolar? Jawabannya bukan di tangan spesifikasi, tapi di dompet konsumen yang antre di loket pre-order September nanti.