Setiap kali Apple meluncurkan seri Pro baru, bandara Changi seolah jadi destinasi wajib sebagian penggemar gadget Indonesia. Tahun ini tidak berbeda, eh, maksudnya: tahun ini pun sama. iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max resmi diperkenalkan Apple pada 9 September 2026 dan langsung jadi incaran para pemburu perangkat lintas negara.
Tapi sebelum checkout di Apple Store Singapura, ada angka-angka yang perlu dicermati.
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai pekan ini mengunggah simulasi perhitungan pajak impor untuk handphone, komputer genggam, dan tablet (HKT) bawaan penumpang lewat akun TikTok resmi @beacukairi. Skema yang berlaku: bea masuk 10 persen dan PPN 12 persen, dengan dasar pengenaan pajak (DPP) dikalikan 11/12. Negara memberi fasilitas pembebasan senilai USD 500 per orang per kedatangan, setara Rp 8.853.500 menggunakan kurs pajak Rp 17.707 per dolar yang berlaku 23-29 September 2026. Fasilitas ini hanya jalan kalau perangkat dideklarasikan secara sukarela kepada petugas di bandara.
Angka pembebasan itu terdengar lumayan. Tapi dengan harga iPhone 18 Pro yang dimulai dari SGD 1.899 atau sekitar Rp 26,6 juta di pasar Singapura, jelas masih ada selisih besar yang kena pungutan.
Untuk iPhone 18 Pro 256GB, total pajak yang harus disetor mencapai Rp 3.919.435, terdiri dari bea masuk Rp 1.773.500 dan PPN Rp 2.145.935. Naik ke varian 512GB seharga Rp 30,8 juta, tagihan membengkak ke Rp 4.847.635. Varian 1TB kena Rp 6.704.035. Varian 2TB yang ditebus dengan harga SGD 3.699 alias Rp 51,8 juta? Pemiliknya harus menyiapkan Rp 9.488.856 khusus untuk pos pajak. Tidak main-main.
Seri Pro Max lebih dalam lagi merogoh kantong. iPhone 18 Pro Max 256GB, dibanderol SGD 2.099 di Singapura, datang dengan total pungutan Rp 4.538.235. Varian termahal, 2TB seharga SGD 3.899, mencetak tagihan pajak tertinggi: Rp 10.107.656. Pendaftaran IMEI sendiri gratis, tapi justru pilihan kapasitas penyimpanan inilah yang paling menentukan seberapa tebal amplop yang harus disiapkan di terminal kedatangan.
Lalu apa yang sebenarnya didapat dari memboyong iPhone 18 Pro? Dari sisi spesifikasi, generasi ini membawa lompatan yang cukup terasa dibanding iPhone 17 Pro. Kamera utama tetap 48 MP, tapi kini dilengkapi variable aperture dengan empat pilihan bukaan: f/1.48, f/1.8, f/2.8, dan f/4.0. Pendahulunya cuma punya bukaan tetap f/1.78. Fleksibilitas ini memberi kendali lebih besar atas pencahayaan dan depth of field, sesuatu yang selama ini jadi keluhan fotografer mobile.
Chip A20 Pro menggantikan A19 Pro, dengan tambahan satu inti GPU dan sistem pendingin vapor chamber baru yang diklaim tiga kali lebih luas permukaannya. Hasilnya, kata Apple: performa berkelanjutan naik hingga 40 persen. Baterai juga naik kelas, dari 31 jam menjadi 36 jam untuk pemutaran video. Pengisian 50 persen kini hanya butuh 15 menit dengan adaptor 60 watt, turun dari 20 menit pada generasi sebelumnya yang butuh adaptor minimal 40 watt.
Satu hal yang agaknya luput dari perhatian banyak orang: varian 2TB kini tersedia di model Pro standar, tidak lagi eksklusif untuk Pro Max. Keputusan Apple ini yang otomatis mendongkrak batas atas tagihan pajak di bandara.
Di pasar Amerika Serikat, iPhone 18 Pro dijual mulai USD 1.199, naik USD 100 dari iPhone 17 Pro yang diluncurkan di angka USD 1.099. Selisih harga yang, bagi sebagian orang, tetap terasa lebih terjangkau ketimbang harus antre di toko resmi lokal yang belum tentu punya stok.