Pertengahan Juli sudah di depan mata. Komunitas pengguna Apple menunggu satu hal: iOS 27 Public Beta. Sesuai pola empat tahun terakhir, Apple konsisten merilis versi beta publik di jendela waktu ini, setelah beberapa iterasi Developer Beta lebih dulu mengudara.
Untuk memasang versi beta, prosesnya relatif mudah. Daftarkan akun Apple ID ke program Apple Beta Software secara gratis, lalu masuk ke Pengaturan, pilih Umum, kemudian Pembaruan Perangkat Lunak, dan cari opsi Pembaruan Beta. Dari sana, pilih iOS 27 Public Beta dan ikuti instruksi instalasi. Satu catatan penting: backup dulu sebelum jalan. Versi beta, meski lebih matang dari Developer Beta, tetap bisa bawa kejutan tidak menyenangkan, dari bug dan gangguan performa sampai CarPlay yang tiba-tiba ngambek.
IOS 27 mendukung iPhone 11 ke atas. Cukup lega bagi pengguna yang belum upgrade beberapa tahun terakhir. Tapi ada asterisk besar: Siri berbasis AI, yang menjadi daya tarik terbesar iOS 27, hanya bisa dinikmati pengguna iPhone 15 Pro dan model yang lebih baru.
Inilah bagian yang bikin percakapan di WWDC 2026 kemarin jadi ramai. Siri versi baru bukan sekadar upgrade kosmetik. Asisten virtual Apple kini mampu menangani pertanyaan kompleks dan perintah berantai, serta bisa merujuk konteks dari catatan, pesan, email, bahkan foto pengguna. Kemampuan ini ditopang Apple Foundation Models yang berjalan langsung di perangkat, artinya respons lebih cepat dan data tidak perlu keluar dari tangan pengguna. Untuk tugas yang lebih berat, proses dialihkan ke cloud lewat sistem Private Cloud Compute yang diklaim Apple tidak bisa diakses pihak mana pun, termasuk Apple sendiri.
Klaim yang masih perlu dibuktikan di lapangan. Tapi setidaknya dari sisi arsitektur, pendekatannya jauh lebih serius dibanding iterasi Apple Intelligence sebelumnya yang banyak dikritik sebagai fitur AI yang kurang bermakna.
Pemilik iPhone 17 Pro, iPhone 17 Pro Max, dan iPhone Air mendapat lapisan tambahan: model AI on-device yang lebih bertenaga, suara Siri yang lebih ekspresif, pengenalan ucapan yang diperbarui, dan dikte yang lebih akurat. iPhone 18 Pro yang akan datang serta iPhone Fold yang masih dirumorkan juga masuk daftar penerima model AI on-device paling kuat ini.
Menarik juga, pertanyaan soal iPhone 18 standar masih menggantung. Analis Ming-Chi Kuo melaporkan Apple berencana menaikkan RAM iPhone non-Pro menjadi 9GB, tapi Apple menyebut model AI on-device terkuat butuh minimal 12GB. Selisih 3GB itu, kalau data ini bisa dipercaya, bisa jadi penentu apakah lini standar kebagian pengalaman penuh atau setengah-setengah.
Ada satu hambatan lagi bagi pengguna yang ingin bereksperimen dengan Siri AI lewat Public Beta: sistem daftar tunggu. Pendaftaran bisa dilakukan dari menu Pengaturan lalu pilih Siri di iOS 27, tapi persetujuan akses bisa memakan waktu hingga beberapa minggu. Agaknya Apple sengaja mengelola lonjakan permintaan agar infrastruktur tidak kewalahan sejak hari pertama.
Hasil pengujian versi beta awal yang sudah beredar cukup menjanjikan. Siri AI disebut cepat dan akurat bahkan di tahap beta. Bukan main, mengingat reputasi Siri yang selama ini lebih sering jadi bahan candaan ketimbang acuan serius dibanding Google Assistant atau ChatGPT. Apakah ini titik baliknya? Jawabannya baru terlihat ketika rilis stabil iOS 27 hadir di musim gugur.