Tiga anggota satu keluarga terluka, seorang perempuan kehilangan kedua kakinya, dan Interpol kini memburu seorang wanita Ukraina yang menyamar sebagai pria. Begitulah gambaran singkat dari pengeboman di Monaco pada 29 Juni lalu, yang pekan ini akhirnya mulai terkuak.
Interpol menerbitkan Red Notice terhadap Anastasiia Berezovska, 39 tahun, warga negara Ukraina yang diduga menjadi pelaku utama peledakan di lobi sebuah gedung apartemen mewah di Monaco. Ia diburu atas tuduhan percobaan pembunuhan, memasang bahan peledak di ruang publik dengan niat kriminal, serta bersekongkol untuk melakukan kejahatan.
Penyidik Monaco awalnya mencari seorang pria. Bertubuh besar, berpakaian atasan lengan panjang gelap, celana pendek terang, topi bucket hitam. Baru setelah menganalisis rekaman CCTV dari beberapa hari sebelum kejadian dan memeriksa keterangan saksi, mereka menyimpulkan pelaku sesungguhnya adalah perempuan yang sengaja menyamar. Interpol mencatat Berezovska memiliki tato besar bergambar ular di lengan kanan, membentang dari bahu hingga siku, dan fasih berbicara bahasa Jerman. Alamat terakhirnya tercatat di Jerman. Setelah ledakan, ia diyakini kabur menggunakan mobil sewaan, melintasi Prancis menuju Italia.
Bom diledakkan dari jarak jauh menggunakan alat kendali, bukan diledakkan secara manual. Sisa-sisa perangkat sudah dikirim ke laboratorium forensik di Prancis. "Tingkat kecanggihan perangkat peledak serta modus operandi yang digunakan menunjukkan bahwa pelaku yang memasang bom tidak bertindak sendirian," kata Wakil Jaksa Monaco Morgan Raymond dalam konferensi pers. Penyelidik kini tengah mendalami apakah Berezovska punya jaringan pendukung atau menerima perintah dari pihak tertentu.
Target yang diduga diincar adalah Vadym Yermolaiev, pendiri grup perdagangan dan manufaktur Alef, yang oleh Forbes pernah masuk daftar 23 orang terkaya di Ukraina pada 2020. Kekayaan bersihnya sebelum invasi Rusia diperkirakan lebih dari 200 juta dolar AS, sekitar Rp3,6 triliun, dibangun dari bisnis properti komersial dan residensial di Dnipro, ditambah manufaktur bahan bangunan, pertanian, teknologi pengelasan, hingga pertambangan.
Namanya bukan tanpa kontroversi. Yermolaiev melepas kewarganegaraan Ukraina pada 2017 dan berpindah ke paspor Siprus, dengan alasan ketidakpuasan terhadap sistem peradilan dan perpajakan Ukraina. Langkah yang membuat sebagian kalangan mengernyitkan dahi. Pada Desember 2023, Presiden Volodymyr Zelenskyy menjatuhkan sanksi personal selama 10 tahun kepadanya, mencakup 16 pembatasan terpisah termasuk pembekuan aset, lantaran sejumlah perusahaannya tetap beroperasi di Krimea setelah aneksasi Rusia pada 2014 dan mendaftarkan ulang entitas bisnisnya sesuai hukum Rusia. Salah satunya Alef-Vinal-Crimea, cabang dari salah satu produsen minuman beralkohol terbesar Ukraina.
Yermolaiev membantah semua tuduhan itu. Ia juga masuk dalam daftar yang dijuluki "Batalion Monaco" oleh Ukrainska Pravda pada Agustus 2022, merujuk pada jaringan oligarki dan politikus Ukraina yang memilih menetap di pesisir Riviera Prancis selagi tanah air mereka dihajar perang.
Dalam ledakan itu, media Nice-Matin melaporkan seorang perempuan kehilangan kedua kakinya. Yermolaiev sendiri dilaporkan mengalami luka bakar dan serpihan logam, sementara istrinya selamat karena kebetulan tidak berada di lokasi saat kejadian. Total korban luka: tiga orang dari satu keluarga, termasuk seorang anak berusia 13 tahun. Satu korban sempat dinyatakan dalam kondisi kritis.
Jaksa Agung Monaco Stephane Thibault mengonfirmasi pada 1 Juli bahwa kasus ini ditangani sebagai percobaan pembunuhan. Le Figaro melaporkan penyelidik juga mendalami kemungkinan keterlibatan Dinas Keamanan Ukraina, SBU, meski hingga kini tidak ada konfirmasi resmi dari otoritas manapun.
Pangeran Albert II menyebut serangan itu "tindakan yang keji" dan memastikan seluruh layanan keamanan publik dikerahkan. Monaco memang bukan tempat yang lazim untuk adegan semacam ini, negara mungil di tepi Mediterania yang lebih dikenal lewat balapan Formula 1 dan pajaknya yang ramah miliarder.
Ini bukan insiden pertama. Mei 2025, mantan politikus Ukraina Andrii Portnov ditembak mati di Spanyol. Entah kebetulan atau tidak, pola serangan terhadap tokoh-tokoh berpengaruh dari lingkaran Ukraina di tanah Eropa agaknya sedang membentuk tren yang sulit diabaikan.