RABU, 30 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Instagram Uji Kontrol Algoritma Real-Time, Penggun...

Tekno

Instagram Uji Kontrol Algoritma Real-Time, Pengguna Bisa Atur Feed Sendiri

Head of Instagram Adam Mosseri bocorkan rencana besar: fitur 'Your Algorithm' yang bisa diakses langsung dari feed dan Reels, menjawab keluhan pengguna soal konten asing yang makin membanjiri halaman utama.

Instagram Uji Fitur Baru, Pengguna Bisa Personalisasi Algoritma Konten Sesuai Kebutuhan

Adam Mosseri rupanya sudah kehabisan sabar mendengar keluhan soal feed Instagram yang makin mirip pasar malam, penuh konten dari akun-akun yang tak pernah diikuti siapapun.

Head of Instagram itu membeberkan rencana pengembangan fitur baru bernama "Your Algorithm" lewat unggahan di akun pribadinya, yang kemudian dikonfirmasi ke TechCrunch pada Selasa, 30 Juni 2026. Bukan pengumuman kosong, Mosseri menyertakan sejumlah slide prototipe yang memperlihatkan tampilan antarmuka baru dari sistem kontrol algoritma tersebut.

"Kami ingin mengembangkan Your Algorithm dari sekadar pengaturan biasa menjadi sesuatu yang terasa sentral dan esensial di Instagram," kata Mosseri, seperti dikutip dari laporan TechCrunch. Kalimat yang terdengar ambisius, dan memang begitu maksudnya.

Salah satu detail paling menarik dari prototipe yang ia pamerkan: pengguna cukup melakukan gestur pull-down di halaman feed utama untuk langsung memunculkan menu pilihan algoritma. Bukan lagi tersembunyi di kedalaman Settings yang butuh lima kali tap untuk ditemukan. Di Reels, umpan balik bisa diberikan secara real-time, soal topik apa yang ingin diperbanyak atau justru dikurangi dari layar. Langsung. Kasat mata. Tanpa drama.

Kontrol algoritmik semacam ini bukan ide baru di industri. Tapi eksekusinya, kalau data prototipe ini bisa dipercaya, agaknya lebih frontal dari yang pernah Instagram coba sebelumnya.

Langkah ini bukan keputusan yang lahir dari ruang hampa. Keluhan soal feed yang kian sesak oleh konten dari akun tidak dikenal sudah lama menumpuk di forum dan kolom komentar. Pertumbuhan pengguna aktif yang terus membengkak justru memperparah distraksi visual karena algoritma rekomendasi terus menyodorkan wajah-wajah asing di feed utama maupun Explore. Banyak pengguna cuma ingin satu hal sederhana: melihat unggahan orang-orang yang memang mereka kenal.

Apakah fitur ini cukup untuk membalikkan frustrasi yang sudah bertahun-tahun menggelegak? Pertanyaan yang baru bisa dijawab setelah Instagram benar-benar meluncurkan ini secara penuh, bukan sekadar pengujian terbatas yang bisa kapan saja ditarik kembali.