Sensor lebih besar, prosesor lebih kencang, baterai lebih awet. Tiga janji itu dibawa Insta360 saat resmi memperkenalkan X6, kamera 360 derajat flagship terbarunya yang mulai bisa dipesan pada 12 Agustus 2026.
Upgrade paling mencolok ada di sisi sensor. X6 kini dipersenjatai dua sensor Sony berukuran 1/1,1 inci, masing-masing menyuplai satu lensa, 33 persen lebih besar dibanding sensor 1/1,28 inci yang dipakai X5. Bukaan lensa tetap di f/2.0, tapi dengan luasan sensor yang lebih besar, Insta360 mengklaim kualitas gambar di kondisi low light dan backlight naik cukup berarti.
Yang membuat X6 mencuri perhatian di antara kompetitornya: kemampuan merekam video 360 derajat 8K pada 50 fps secara native dengan warna 10-bit, plus dukungan Dolby Vision langsung dari kamera tanpa konversi di post-production. Klaim pertama untuk kategori kamera 360 derajat. Bagi kreator yang suka utak-atik warna di editing suite, tersedia juga profil 10-bit I-Log.
Di balik kemampuan itu, Insta360 menanamkan prosesor octa-core baru yang diklaim punya tenaga komputasi 500 persen lebih tinggi dibanding X5, tapi konsumsi dayanya justru 35 persen lebih rendah. Masing-masing sensor juga punya chip pemrosesan gambar tersendiri, ibarat dapur pacu dengan dua ECU yang bekerja paralel. Hasilnya, daya tahan baterai untuk rekaman 8K 30 fps diklaim tembus 140 menit, atau 47 menit lebih lama dari X5 pada setting yang sama. Pengisian dari nol ke 80 persen? Sekitar 24 menit.
X6 juga bisa beroperasi dalam mode single lens layaknya action camera konvensional, dengan kemampuan hingga 5K 60 fps atau 4K 120 fps untuk slow motion. Resolusi 8K membuka opsi reframing pasca-perekaman, di mana pengguna bisa memilih sudut pandang dari rekaman penuh lalu mengekspor hasilnya sebagai video flat hingga 4K.
Untuk foto, X6 mampu menghasilkan gambar 360 derajat hingga 120 MP dengan rasio 2:1, atau foto flat hingga 42 MP. Angka yang tidak main-main.
Sisi AI juga kebagian perhatian. Insta360 memperkenalkan PanoMind, model kecerdasan buatan yang diklaim dilatih menggunakan 10.000 jam rekaman dari lebih dari 30 skenario berbeda untuk memahami konteks video 360 derajat. PanoMind menggerakkan fitur AI Director yang otomatis merangkai momen-momen terbaik dari rekaman panjang menjadi sebuah video. Ada juga Moments Pro yang berkolaborasi dengan Google Gemini, memungkinkan pengguna mendeskripsikan hasil video yang diinginkan berdasarkan subjek, suasana, gaya, hingga rentang waktu. Pertanyaannya: seberapa akurat sistem ini membaca intensi kreator di lapangan?
Secara fisik, bodi X6 dibuat lebih kompak dibanding seri X sebelumnya. Layar OLED 2,32 inci di bagian belakang punya kecerahan puncak 1.200 nits, terbaca di bawah terik matahari langsung. Soal ketahanan, sertifikasi IP68 mengizinkan X6 diajak menyelam hingga 20 meter tanpa casing tambahan, lima meter lebih dalam dari X5. Pasang dive housing, batasnya naik ke 60 meter.
X6 kompatibel dengan lebih dari 100 aksesori dan mempertahankan sistem dudukan magnetis yang sama dengan X5, X4, dan seri Ace. Pengguna lama tidak perlu memulai dari nol.
Harga mulai 700 dolar AS atau sekitar Rp 11 jutaan untuk paket standar, tersedia melalui toko resmi Insta360, Amazon, dan sejumlah peritel resmi. Bagi kreator yang selama ini dihajar keterbatasan kamera 360 derajat di kondisi cahaya sulit, agaknya X6 datang dengan jawaban yang cukup lengkap, kalau klaim-klaim itu bisa dipercaya.