Segmen ponsel murah tidak pernah semembosankan yang dikira orang. Infinix kembali bikin gaduh dengan Smart 20, sebuah perangkat entry-level yang berani membawa layar 6,78 inci beresolusi HD+ dengan refresh rate 120Hz, kapasitas baterai 5.200 mAh, sekaligus harga yang agaknya dirancang untuk membuat konsumen susah menolak.
Layarnya luas, itu fakta. Refresh rate 120Hz di kelas harga ini bukan sesuatu yang bisa dianggap remeh, navigasi menu terasa jauh lebih cair dibanding pesaing yang masih terjebak di 60Hz. Tingkat kecerahan 700 nits juga cukup layak untuk dipakai di luar ruangan. Namun resolusinya, 720 x 1576 piksel untuk dimensi 6,78 inci, itu yang bikin dahi berkerut. Kerapatan piksel rendah pada layar sebesar ini akan kentara saat membaca teks kecil atau melihat foto detail dari jarak dekat.
Dapur pacu Smart 20 mengandalkan MediaTek Helio G81 dengan proses fabrikasi 12nm. RAM 4GB bisa diperluas secara virtual hingga 8GB, dan pilihan storage 64GB atau 128GB masih bisa disisipkan kartu microSDXC hingga 2TB lewat slot dedicated. Kompeten untuk kebutuhan sehari-hari. Tapi di sinilah celah terbesar mulai terlihat ketika diadu dengan kompetitor.
Oppo A5 (2025), misalnya, bermain di arena yang sama namun datang membawa Snapdragon 6 Gen 1 berbasis 4nm dan panel AMOLED, ditambah dukungan 5G. Jurang antara Helio G81 12nm dan Snapdragon 6 Gen 1 4nm bukan sekadar angka di atas kertas. Perbedaan efisiensi termal dan performa akan terasa nyata dalam pemakaian dua hingga tiga tahun ke depan, kalau itu patokannya, selisih harga antara keduanya bisa jadi investasi yang lebih masuk akal.
Soal baterai, 5.200 mAh jelas jadi nilai jual utama Smart 20. Kombinasi kapasitas jumbo dengan resolusi HD+ yang tidak boros daya membuat ponsel ini bisa bertahan seharian penuh tanpa drama. Ada fitur reverse charging 5W untuk keadaan darurat, yang lumayan. Pengisian dayanya, sebaliknya, cuma 15W. Isi dari nol sampai penuh butuh waktu yang tidak singkat. Di 2026, angka 15W sudah terasa seperti relik.
Sektor kamera, entah kebetulan atau tidak, menjadi aspek paling tidak menonjol dari perangkat ini. Kamera belakang dan depan sama-sama mengandalkan sensor 8 Megapixel dengan bukaan f/2.0. Hasilnya di kondisi cahaya cukup masih bisa diterima, tapi langsung keteteran begitu masuk kondisi low-light. Yang mengejutkan justru kemampuan videonya: sanggup merekam hingga resolusi 1440p atau 2K pada 30FPS, angka yang tidak lazim untuk ponsel di kelas ini.
Infinix Smart 20 tahu persis segmen yang dibidiknya. Pengguna yang butuh layar besar, baterai tahan lama, harga yang tidak menyakitkan, ponsel ini mengerjakan tugasnya dengan baik. Kalau ekspektasinya lebih dari itu, ada baiknya melirik satu atau dua opsi di atasnya sebelum dompet terbuka.