MINGGU, 18 OKTOBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Indonesia Peringkat 2 Jamaah Umrah, Saudi Catat Lo...

Internasional

Indonesia Peringkat 2 Jamaah Umrah, Saudi Catat Lonjakan 22,5 Persen di Awal Musim 1448 H

Arab Saudi membukukan 931.500 jamaah umrah di awal musim 1448 H, naik 22,5 persen. Indonesia masuk tiga besar dengan 170.000 jamaah, hanya kalah dari Pakistan.

Indonesia Peringkat 2 Jamaah Umrah Terbanyak, Tembus 170 Ribu Orang

Musim umrah 1448 Hijriah dibuka dengan angka yang tidak main-main. Sebanyak 931.500 jamaah memasuki Arab Saudi menggunakan visa umrah selama periode 15 Zulhijah hingga akhir Muharram, melonjak 22,5 persen dibanding musim sebelumnya di rentang waktu yang sama.

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, bersama Pilgrim Experience Program, merilis data tersebut dan menyebutnya sebagai bukti nyata bahwa sektor umrah terus tumbuh seiring agenda Saudi Vision 2030. Jika dihitung total kedatangan dari luar negeri, termasuk jamaah yang tidak menggunakan visa umrah reguler, angkanya bahkan melewati 1,27 juta orang.

Pakistan memimpin daftar negara pengirim jamaah dengan sekitar 200.000 orang. Indonesia menyusul di peringkat kedua, 170.000 jamaah, lalu Irak di posisi ketiga dengan 130.000 orang. Bukan posisi yang mengejutkan, mengingat Indonesia memang konsisten masuk kelompok negara berpopulasi Muslim terbesar di dunia. Tapi angka 170.000 di awal musim saja? Ini bukan sekadar statistik keagamaan.

Soal jalur masuk, tiga perempat jamaah luar negeri memilih jalur udara. Seperempatnya datang lewat darat dan laut. Konektivitas penerbangan internasional jelas jadi tulang punggung arus jamaah global saat ini.

Data lebih luas dari Otoritas Umum Statistik Arab Saudi (GASTAT) melengkapi gambaran ini. Sepanjang kuartal keempat 2025, total jamaah umrah menembus 11.291.326 orang, dengan komposisi nyaris seimbang antara jamaah luar negeri (5,7 juta) dan domestik (5,59 juta). Dari sisi gender, laki-laki mendominasi angka keseluruhan dengan 56,8 persen. Agaknya pola berbeda berlaku di kelompok jamaah internasional: perempuan justru lebih banyak, yakni 53 persen dari total kedatangan asing.

Desember menjadi bulan tersibuk untuk jamaah internasional, menembus 2,14 juta kedatangan. November jadi puncaknya bagi jamaah domestik, 2,06 juta orang. Hanya 2,9 persen jamaah yang tercatat menunaikan umrah lebih dari sekali selama kuartal tersebut, angka yang patut dicermati mengingat besarnya total volume.

Kementerian menegaskan pengembangan layanan digital dan integrasi antarlembaga pemerintah menjadi fondasi pertumbuhan ini, dari perencanaan keberangkatan sampai kepulangan. Klaim yang masih perlu dibuktikan konsistensinya di lapangan, tentu, tapi setidaknya arah kebijakannya terbaca jelas.

Buat jamaah Indonesia yang sudah antre panjang atau baru merencanakan perjalanan, satu hal yang terbaca dari data ini: slot makin terbuka, tapi antrean juga makin panjang.