Sepanjang perdagangan Selasa (30/6), IHSG dihajar cukup dalam. Indeks merosot 2,42% ke level 5.679 pada penutupan sesi I, sempat menyentuh titik terendah harian di 5.638. Tekanan bukan dari satu sektor, tapi dari satu klaster nama besar: saham-saham Grup Barito milik Prajogo Pangestu.
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Petrosea Tbk (PTRO), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) kompak tergerus. Bobotnya yang tidak kecil di indeks membuat IHSG sulit bernapas. Total transaksi sesi itu mencapai Rp7,52 triliun dari 12,43 miliar saham yang berpindah tangan, frekuensi sekitar 903 ribu kali. Rupiah ikut terseret, melemah 0,29% ke Rp17.899 per dolar AS.
Sehari kemudian, Rabu (1/7), pasar sempat menarik napas. IHSG ditutup di 5.695, menguat 51,92 poin atau 0,92% dari sesi sebelumnya. Nilai transaksi justru melonjak ke Rp10,2 triliun dengan frekuensi 1,55 juta kali, dari 18,39 miliar saham yang diperdagangkan. Dari 784 saham yang bergerak, 378 menguat dan 248 terkoreksi. Pembalikan yang lumayan, tapi belum cukup untuk bicara "pulih".
Kamis (2/7) jadi ujian berikutnya. Proyeksi analis tidak menggembirakan. Herditya Wicaksana dari MNC Sekuritas menyebut IHSG masih rawan melanjutkan koreksi, dengan skenario terburuk menguji kisaran 5.472 hingga 5.540. "Kami juga mencermati skenario alternatif yang mengindikasikan awal fase penguatan," tambah Herditya, meski ia menempatkan itu sebagai opsi kedua. Support dipasang di 5.486 dan 5.317, resistance jauh di atas sana: 6.007 dan 6.286. Untuk pilihan saham harian, Herditya menjagokan ANTM, BIPI, BRPT, dan PGAS.
Ivan Rosanova dari Binaartha Sekuritas memasang garis lebih tegas. Selama IHSG belum menembus 5.847, ancaman koreksi ke support Fibonacci 5.472 tetap nyata. "Jika berhasil menembus 5.847, penguatan berpeluang berlanjut hingga menguji resistance 6.051," kata Ivan. Pilihannya: MBMA, MDKA, PGAS, PTBA, dan UNTR.
Dua analis, dua skenario, satu kesimpulan yang agaknya sama. Level 5.847 adalah garis kritis yang perlu ditembus sebelum pasar bisa bicara pemulihan dengan keyakinan. Selama IHSG terkungkung di bawahnya, setiap rebound perlu disambut hati-hati, bukan euforia.