Net sell asing Rp2,03 triliun kemarin bukan angka yang bisa diabaikan begitu saja.
IHSG ditutup turun 0,31% pada perdagangan Kamis, dengan tekanan jual asing paling terasa di saham-saham besar. BBCA, BUMI, DEWA, ANTM, dan BREN menjadi yang paling banyak dilepas investor luar. Sinyal yang tidak terlalu menggembirakan menjelang akhir pekan.
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman melihat peluang koreksi masih terbuka di perdagangan Jumat ini. Level support IHSG diproyeksikan di kisaran 8.130-8.200, sementara resist di rentang 8.330-8.430. Agaknya ruang gerak indeks masih cukup terbatas dalam jangka pendek.
Dari luar, sentimennya juga tidak bersahabat. Wall Street kompak amblas Kamis malam: Dow Jones rontok 1,34%, S&P 500 tergerus 1,57%, dan Nasdaq yang paling parah dengan penurunan 2,03%. Pemicunya bukan sesuatu yang baru, eh, maksudnya, bukan kejutan sama sekali: kekhawatiran soal prospek perusahaan teknologi seiring narasi AI yang mulai dipertanyakan efisiensinya membuat investor memilih keluar lebih dulu. Saham transportasi ikut kena getahnya. Pasar juga menahan napas menunggu data inflasi Januari AS yang dijadwalkan rilis malam ini.
Kombinasi itu cukup untuk bikin IHSG tidak punya banyak amunisi balik arah hari ini.
Tapi buat trader yang tetap mau aktif, BNI Sekuritas meracik enam nama yang dinilai layak dicermati.
PT United Tractors Tbk (UNTR) masuk kategori buy on weakness dengan area beli 28.000-28.450 dan cutloss di bawah 27.900. Target dekat di 29.100-29.600. PT Astra International Tbk (ASII) direkomendasikan speculative buy di zona 6.700-6.775, cutloss ketat di bawah 6.700, target 6.825-6.875.
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) juga masuk daftar buy on weakness di kisaran 2.190-2.200, dengan target 2.260-2.300 dan cutloss di bawah 2.170. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), yang sudah lama jadi perdebatan di pasar karena kinerjanya, kali ini direkomendasikan speculative buy di 2.260-2.300, cutloss di bawah 2.240, target 2.330-2.370.
Dua nama lagi dari sektor berbeda: PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) dengan area beli 216-222, cutloss di bawah 214, dan target 230-240. Serta PT Mayora Indah Tbk (MYOR) speculative buy di 2.290-2.310, cutloss di bawah 2.280, target 2.330-2.360.
Semua rekomendasi itu datang dengan level cutloss yang sudah ditetapkan. Di sesi yang rawan seperti hari ini, disiplin di titik tersebut bukan sekadar saran. Itu keharusan.