SELASA, 13 OKTOBER 2026

Home  ›  Market  ›  IHSG Merah, Asing Justru Borong Saham RI Rp1 Trili...

Market

IHSG Merah, Asing Justru Borong Saham RI Rp1 Triliun , Batu Bara Jadi Favorit

Di saat IHSG terkoreksi 0,37% pada Kamis 12 Maret 2026, investor asing justru diam-diam mengakumulasi saham senilai Rp1 triliun, dengan ADRO dan AADI sebagai buruan utama.

Rp1 triliun. Itu angka net buy investor asing pada perdagangan Kamis, 12 Maret 2026, saat IHSG justru lesu.

Indeks Harga Saham Gabungan ditutup melemah 27,28 poin atau 0,37% ke level 7.362,11. Koreksi indeks rupanya tak bikin asing gentar. Total beli bersih mereka menyentuh Rp1 triliun di seluruh pasar, dan khusus pasar reguler angkanya mencapai Rp905,27 miliar. Bukan angka kecil.

Lihat saja pola akumulasinya. Dua saham dari ekosistem Adaro mendominasi daftar teratas: PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) dibeli bersih Rp209,72 miliar, disusul PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) senilai Rp196,33 miliar. ADRO membalas kepercayaan itu dengan menguat 6,38% ke Rp2.500 per saham.

Di posisi ketiga, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) membukukan net buy Rp194,97 miliar, selisih tipis dari AADI. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menyusul dengan Rp108,47 miliar, lalu PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) di angka Rp95,98 miliar.

Daftar 10 besar dilengkapi PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) Rp77,62 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp59,6 miliar, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) Rp54,69 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp48,91 miliar, dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Rp46,85 miliar.

Derasnya akumulasi di saham batu bara dan energi agaknya bukan kebetulan. Asing tampaknya punya thesis tersendiri soal komoditas hari itu, dan mereka mengeksekusinya cukup agresif. Kalau data ini bisa dipercaya, selera mereka sedang condong ke sektor ekstraktif.

Satu nama besar justru dibuang. BBRI menjadi target net sell terbesar dengan nilai Rp153,55 miliar, sahamnya tergerus tipis 0,28% ke Rp3.570 per saham. Entah kebetulan atau tidak, pola ini sudah beberapa kali terulang: asing lepas PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, pindah ke BMRI. Rotasi, bukan pelarian.

Pesannya sederhana. Indeks merah bukan pertanda asing kabur. Kadang koreksi justru jadi momen mereka masuk lebih dalam.