KAMIS, 1 OKTOBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  IHSG Diramal Koreksi Akhir Pekan, Analis Beri Daft...

Finansial

IHSG Diramal Koreksi Akhir Pekan, Analis Beri Daftar Saham Pilihan

Dua analis memproyeksikan IHSG berpotensi terkoreksi pada perdagangan Jumat (3/7), meski indeks sempat menguat ke 5.744 di sesi sebelumnya. Beberapa saham tetap direkomendasikan untuk dicermati.

IHSG Diramal Koreksi Akhir Pekan Ini

IHSG ditutup menguat 49,43 poin atau 0,87 persen ke level 5.744 pada Kamis (2/7), tapi jangan terlena dulu. Penguatan kemarin agaknya belum cukup jadi sinyal pembalikan arah yang meyakinkan, setidaknya menurut dua analis dari dua sekuritas berbeda yang mencermati pergerakan indeks ini.

Herditya Wicaksana, Analis Teknikal MNC Sekuritas, memperkirakan IHSG masih punya ruang terkoreksi hari ini. "Dalam skenario terbaik, IHSG diperkirakan masih menguji area 5.472-5.540. Namun investor juga perlu mencermati skenario alternatif yang menunjukkan IHSG mulai memasuki fase awal penguatan," tulis Herditya dalam riset hariannya. Ia memetakan support di 5.486 dan 5.317, serta resistance di 6.007 dan 6.286. Saham pilihannya: ADMR, BRMS, RATU, dan INDF.

Lebih dalam lagi proyeksi Ivan Rosanova dari Binaartha Sekuritas. Selama IHSG masih betah di bawah 6.051, penurunan menuju 5.472 tetap jadi skenario utama yang harus diwaspadai. "IHSG diperkirakan mencapai puncak tren naik minor di area 5.840-5.870 sebelum mengalami koreksi. Selama IHSG masih berada di bawah 6.051, penurunan menuju 5.472 tetap menjadi skenario utama," ujar Ivan. Support-nya ada di 5.722, 5.472, dan 5.314, sedangkan resistance membentang dari 5.847 sampai 6.835. Ivan merekomendasikan AADI, AMRT, ASII, BUMI, dan MEDC.

Dua pandangan, satu kesimpulan. Hari ini bukan waktunya euforia.

Soal volume, perdagangan Kamis terbilang ramai. Transaksi tembus Rp11,13 triliun, dengan 20,50 miliar saham berpindah tangan dalam 1,51 juta kali transaksi. Dari 783 saham yang aktif, 395 menguat, 219 terkoreksi, 169 stagnan. Pasar tidak sepi, tapi momentum itu bisa jadi sekadar noise dalam tren teknikal yang masih berat.

Pertanyaannya, berapa lama tren koreksi ini bertahan? Kalau data aktivitas kemarin bisa jadi petunjuk, pasar sebenarnya tidak kekurangan pelaku. Yang kurang adalah keyakinan arah.

Bagi investor ritel, akhir pekan seperti ini biasanya bukan saat yang tepat untuk agresif masuk. Likuiditas cenderung tipis di sesi penutup mingguan, dan kalau IHSG benar-benar menguji support 5.472-5.540, mereka yang sudah terlanjur nyangkut di harga atas bakal makin panas. Pola klasik jelang akhir pekan, entah kebetulan atau tidak.