Pekan ini dibuka dengan angin segar bagi pelaku pasar. IHSG melanjutkan fase bullish moderat dari penutupan 13 Mei lalu, ditopang arus dana asing yang mulai melirik saham-saham berkapitalisasi besar, sementara segmen small-mid caps tetap riuh, meski warnanya lebih spekulatif dari fundamental.
Tiga saham masuk radar analis teknikal untuk perdagangan Senin (18/5/2026). PT Indosat Tbk (ISAT) direkomendasikan buy di area 1.030 dengan target 1.055 dan stop loss di 1.015. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) direkomendasikan masuk di kisaran 4.160, target 4.250, stop loss 4.110. Satu lagi, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) dengan area entry 484, target 494, dan batas cut loss di 478. Ketiganya dinilai punya momentum teknikal menarik di tengah rotasi sektor yang sedang berlangsung di Bursa Efek Indonesia.
Untuk horizon yang sedikit lebih jauh, lima saham diperkirakan mencatat kenaikan lebih agresif. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) berpotensi naik 6% hingga 12%, didorong likuiditas tinggi dan sektor energi-petrokimia yang masih solid, dengan MACD yang mengindikasikan kelanjutan momentum dan RSI mengarah ke overbought. PT Petrosea Tbk (PTRO) diproyeksikan rebound 5% hingga 10%; indikator MA dan MACD menunjukkan tanda reversal bullish setelah koreksi cukup dalam sebelumnya.
Di sektor perbankan, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) masuk daftar dengan potensi kenaikan 4% hingga 8%. Laba kuartal pertama tumbuh, kualitas aset sehat, harga teknikal bertengger di atas MA20 sekaligus MA50. Big banks memang sedang jadi andalan penopang IHSG belakangan.
Dua nama lain yang agaknya akan menyedot perhatian lebih besar: PT DCI Indonesia Tbk (DCII) dan PT Pyridam Farma Tbk (PYFA). DCII berpotensi melompat 7% hingga 14% seiring permintaan infrastruktur data center dan AI yang terus terkerek. PYFA bahkan diproyeksikan naik hingga 15%, dengan likuiditas yang meledak dan sektor farmasi yang kembali bergairah. Angka yang patut dicermati, kalau data ini bisa dipercaya, meski ini proyeksi teknikal, bukan jaminan.
Tapi pasar hari ini tidak melulu soal potensi cuan. Ada beberapa penahan yang wajib masuk kalkulasi. Data inflasi Amerika Serikat April 2026 tercatat di atas ekspektasi pasar, memperkuat spekulasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama dari yang diharapkan. Arus modal ke negara berkembang, termasuk Indonesia, pun kian rentan tergerus.
Bank Indonesia menegaskan akan terus melakukan intervensi terukur di pasar valas demi menjaga stabilitas rupiah. Pemerintah juga menyiapkan skema Bond Stabilization Fund untuk mencegah yield SBN bergejolak lebih jauh. Dua langkah defensif sekaligus.
Dari sisi geopolitik, AS dan China dilaporkan sepakat mendorong larangan pungutan tarif kapal di Selat Hormuz guna menjaga alur energi global tetap lancar. Resolusi Dewan Keamanan PBB juga sedang didorong terkait akses Iran ke selat tersebut. Bagi sektor energi domestik, ini sinyal yang bisa terbaca dua arah, bak pedang bermata dua.
Jadwal cum dividen empat emiten juga layak masuk kalkulasi investor hari ini: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM), PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL), RATU, dan SHIP. BJTM menawarkan yield tertinggi sekitar 9,7% dengan nilai dividen Rp56,62 per saham. TOTL tidak kalah dengan dividen Rp110 per saham dan yield sekitar 8,9%. Pada sesi sebelumnya, BJTM ditutup melemah 0,85% ke Rp585, sementara SHIP ambles 14,84% ke Rp2.180. Rp2.180. Pengingat keras bahwa berburu cum dividen bukan tanpa risiko, terutama ketika pasar global masih penuh ketidakpastian.
Dari kubu aksi korporasi, rencana stock split RAJA dengan rasio 1:5 ikut mewarnai sentimen. Langkah ini dipandang sebagai cara mendekatkan harga saham ke kantong investor ritel. KEEN memenangkan tender IPP PLTA Pakkat 2 berkapasitas 45 MW. BIPI bersama Humpuss mengkaji lima proyek energi senilai USD1,5 miliar atau setara Rp24,5 triliun.
Evaluasi indeks MSCI terhadap MSCI Global Standard, Small Cap, dan Micro Cap juga masuk agenda yang diikuti ketat investor institusi. Masuk atau keluarnya saham domestik dari indeks ini bisa memicu perpindahan dana asing yang cukup masif dalam waktu singkat.
Satu data yang cukup menggembirakan dari sektor riil: penjualan mobil nasional tumbuh 7% secara tahunan dalam empat bulan pertama 2026, dengan PT Astra International Tbk (ASII) membukukan wholesales naik 4%. Penjualan sepeda motor juga naik sekitar 2%. Sentimen positif yang bisa menopang saham-saham konsumsi dan otomotif, kendati tekanan eksternal belum benar-benar mereda.