Indeks Harga Saham Gabungan menutup perdagangan Jumat (3/7) dengan kenaikan 2,28% ke level 5.875,78, cukup untuk menahan darah yang sempat mengucur deras sepanjang pekan ini. Di titik terendahnya, IHSG sempat tergerus ke 5.607, artinya indeks sempat amblas lebih dari 3% sebelum akhirnya berbalik.
Pemulihan ini tidak datang dari dalam negeri saja. Bursa-bursa kawasan Asia Pasifik kompak menghijau, sebagian karena absennya Wall Street yang libur merayakan Hari Kemerdekaan AS. Dengan Amerika tutup, tekanan jual dari sentimen global sedikit mereda. KOSPI memimpin dengan lonjakan 5,76%, Hang Seng menguat 1,28%. IHSG ada di antara keduanya.
Satu hal yang agak mengganjal: indeks MXAP, barometer saham-saham pilihan MSCI untuk kawasan Asia Pasifik, justru turun 1,43%. Bisa jadi ada perbedaan pandangan antara investor regional dan investor institusional global soal seberapa jauh rebound ini bisa dipercaya.
Semua sektor ditutup di zona hijau. Industri memimpin dengan kenaikan 3,61%, disusul barang baku yang menguat 3,24%. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kembali menjadi saham paling ramai, membukukan nilai transaksi Rp1,21 triliun. Saham milik Grup Djarum dan Salim ini melesat 4,31% ke Rp6.050 per lembar.
Tapi lihat likuiditasnya. Nilai transaksi harian di pasar reguler tercatat Rp9,13 triliun, turun sekitar 10% dari hari sebelumnya dan masih di bawah rata-rata 20 hari perdagangan terakhir. Rebound yang terjadi tanpa dukungan volume tebal selalu patut dicurigai, sinyal keberlanjutannya belum meyakinkan, kalau data ini bisa dipercaya sepenuhnya.
Dari pasar valuta asing, rupiah menguat tipis 0,18% dan bertahan di Rp17.963 per dolar AS menurut data Bloomberg. Won Korea memimpin apresiasi mata uang kawasan dengan penguatan 0,50%, seiring indeks dolar AS (DXY) yang melemah 0,12%. Seluruh mata uang Asia kompak menguat, tapi skalanya tetap modest.
Pertanyaannya sederhana: apakah reli Jumat ini cukup bernyawa untuk berlanjut, atau sekadar technical bounce setelah IHSG kelewat oversold? Dengan likuiditas yang masih tipis dan ketidakpastian eksternal yang belum sepenuhnya mereda, jawabannya tidak akan semudah angka penutupan kemarin.