SABTU, 26 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  IHSG Ambruk 4,55% Sepekan, ENRG Dihajar 25% dan BH...

Finansial

IHSG Ambruk 4,55% Sepekan, ENRG Dihajar 25% dan BHAT Melesat 60%

Di tengah pelemahan IHSG ke level 5.896, pasar pekan ini menyuguhkan dua wajah sekaligus: ENRG terjun bebas 25%, sementara BHAT justru melesat 60% hanya dalam lima hari.

Berikut 10 Saham yang Tak Raup Cuan, Ada ENRG hingga IMPC (FOTO:iNews Media Group)

Pekan pendek 22-26 Juni 2026 bukan sekadar koreksi biasa. IHSG ambruk 4,55% ke level 5.896,134, menyapu sekitar Rp486 triliun kapitalisasi pasar BEI yang kini tersisa Rp10.302 triliun dari Rp10.788 triliun sepekan sebelumnya. Frekuensi transaksi harian rontok 22,95% menjadi 1,73 juta kali, sementara rata-rata nilai transaksi harian anjlok 29,13% menjadi Rp17,58 triliun dari Rp24,80 triliun.

Di dasar terdalam daftar losers, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) memimpin dengan kejatuhan 25,45%, dari Rp1.395 menjadi Rp1.040 per saham. Seperempat nilai lenyap dalam hitungan sepekan. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menyusut 24,55% ke Rp498, sedangkan PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI) melemah 23,13% ke Rp206.

Deretan berikutnya tak kalah getir. PT Formosa Ingredient Factory Tbk (BOBA) tergelincir 21,59% ke Rp276, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) tertekan 21,21% ke Rp520, dan PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) terkoreksi 20,63% ke Rp500. PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) turun 19,38% ke Rp5.200, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) tergerus 19,23% ke Rp126, PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) melemah 19,05% ke Rp153, dan PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) menutup daftar dengan penyusutan 18,93% ke Rp1.370.

Tapi pasar tidak sepenuhnya merah.

PT Bhakti Multi Artha Tbk (BHAT) membukukan kenaikan 60% dalam sepekan, melonjak 780 poin ke Rp2.080. Angka yang sulit diabaikan. Lonjakan sebesar ini ketika indeks sedang dihajar tekanan jual, entah kebetulan atau tidak, selalu patut dicermati lebih jauh oleh investor ritel. Pertanyaannya: apa yang sebenarnya bergerak di balik BHAT?

PT Pratama Widya Tbk (PTPW) mengikuti di posisi kedua dengan kenaikan 42,71% ke Rp1.370, lalu PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) menguat 34,23% ke Rp400. PT Kian Santang Muliatama Tbk (RGAS) naik 28,48% ke Rp212, sedangkan PT Trust Finance Indonesia Tbk (TRUS) mengekor dengan penguatan 27,74% ke Rp350.

Melengkapi daftar top gainers: PT Pelayaran National Bina Buana Raya Tbk (BBRM) menguat 26,73% ke Rp128, PT Akasha Wira International Tbk (ADES) melesat 23,86% atau setara 6.300 poin ke Rp32.700, dan PT Megapolitan Developments Tbk (EMDE) naik 21,05% ke Rp69. PT Arthavest Tbk (ARTA) menorehkan kenaikan 20,91% ke Rp2.660, sedangkan PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP) menggenapi daftar dengan penguatan 20,77% ke Rp1.250.

Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad menyebut rata-rata volume transaksi harian pekan ini tergerus 26,01% menjadi 25,18 miliar lembar saham, turun dari 34,03 miliar lembar sepekan sebelumnya. Bukan cuma harga yang amblas, aktivitas pasar pun ikut sepi. Gambaran klasik pasar yang benar-benar sedang tidak bergairah.

Itu belum semuanya. Investor asing mencatatkan net sell Rp537,25 miliar pada Jumat saja. Sepanjang 2026, akumulasi jual bersih asing sudah tembus Rp71,681 triliun, angka yang, kalau data ini bisa dipercaya sepenuhnya, agaknya belum menunjukkan tanda berbalik arah dalam waktu dekat.