SELASA, 6 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Huawei WATCH FIT 5 Series Masuk Indonesia, Tawarka...

Tekno

Huawei WATCH FIT 5 Series Masuk Indonesia, Tawarkan Deteksi Risiko Diabetes dari Pergelangan Tangan

Huawei resmi meluncurkan WATCH FIT 5 Series di Indonesia mulai 21 Mei 2026, hadir dalam dua varian dengan fitur kesehatan preventif termasuk Diabetes Risk Study yang diklaim pertama di industri wearable lokal.

HUAWEI WATCH FIT 5 Series Resmi Hadir di Indonesia, Bawa Ultra Upgrade untuk Kesehatan, Olahraga, hingga Diabetes Risk Study Pertama di Industri

Mulai 21 Mei 2026, Huawei resmi membawa WATCH FIT 5 Series ke pasar Indonesia. Dua varian tersedia: HUAWEI WATCH FIT 5 Basic dibanderol mulai Rp2.399.000, sementara versi Pro dipatok Rp3.699.000.

Yang bikin seri ini ramai diperbincangkan bukan soal desainnya yang memang sudah naik kelas, melainkan fitur Diabetes Risk Study yang hadir eksklusif di varian Pro. Huawei mengklaim ini teknologi pertama di industri wearable Indonesia yang bisa menganalisis potensi risiko diabetes langsung dari pergelangan tangan, tanpa jarum, tanpa kunjungan ke klinik.

Caranya? Smartwatch memantau tanda vital secara berkelanjutan selama 3 hingga 14 hari, termasuk saat tidur, lalu mengategorikan hasilnya ke dalam tiga level: rendah, menengah, tinggi. Teknologi ini dikembangkan bersama lembaga kesehatan internasional di Tiongkok dan Dubai, dan bekerja lewat sensor 6-LED PPG untuk membaca aliran darah mikro secara kontinu. Klaim yang, kalau data ini bisa dipercaya, cukup ambisius untuk ukuran perangkat seharga tiga jutaan.

Di luar fitur diabetes itu, WATCH FIT 5 Pro juga membawa CE-Certified ECG, Pulse Wave Arrhythmia Analysis, analisis elastisitas pembuluh darah tingkat klinis, HRV Monitoring, hingga Emotional Wellbeing Tracking 2.0. Teknologi TruSleep pun naik versi menjadi 5.0, diklaim lebih detail dan berbasis sains. Cukup padat untuk satu perangkat di kelasnya.

Dari sisi olahraga, keduanya mendukung lebih dari 100 mode latihan. Versi Pro melangkah lebih jauh: trail run dengan split elevation dan route deviation alert, freediving hingga kedalaman 40 meter, serta mode golf yang kini memetakan lebih dari 17.000 lapangan global, naik dari 15.000 di generasi sebelumnya. Sunflower Positioning System ikut diperbarui, sinyal GPS diklaim 45 persen lebih kuat dan akurasi jarak 40 persen lebih baik dibanding WATCH FIT 4 Pro.

Ada juga Mini Workout yang agaknya menyasar pengguna kantoran. Tiga puluh gerakan ringan untuk 10 area tubuh, dipandu karakter panda virtual interaktif. Terdengar sepele, tapi justru fitur seperti ini yang sering jadi pembeda di benak konsumen awam.

Secara desain, WATCH FIT 5 Pro mengusung layar LTPO AMOLED 1,92 inci dengan rasio layar-ke-bodi 83 persen dan kecerahan 3.000 nits, dibungkus titanium alloy dan 2.5D sapphire glass. Bobotnya hanya 30,4 gram. Ringan. Versi Basic memakai aluminium alloy dengan pendekatan yang lebih terjangkau, di kantong maupun di tangan.

Baterai diklaim tahan 10 hari, dilengkapi Bluetooth calling, notifikasi pesan, serta kompatibilitas dengan iOS dan Android. Perangkat ini juga akan mendukung pembayaran digital via LinkAja QR Payment di merchant berlogo QRIS, meski fitur itu belum aktif saat peluncuran.

Selama periode first sale 21 Mei hingga 20 Juni 2026, pembeli mendapat bonus eksklusif senilai Rp699.000 berupa HUAWEI FreeBuds SE 3, membership HUAWEI Health+, dan WATCH Face VIP. Perangkat sudah tersedia di HUAWEI Store, platform e-commerce, serta mitra resmi Huawei di seluruh Indonesia.

Pertanyaannya tinggal satu: seberapa banyak konsumen Indonesia yang siap bayar tiga jutaan lebih untuk smartwatch yang juga mengklaim bisa membaca risiko diabetes mereka, setidaknya begitu janji manajemen?