MINGGU, 27 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Huawei Watch FIT 5 Series Masuk Indonesia: Detekto...

Tekno

Huawei Watch FIT 5 Series Masuk Indonesia: Detektor Risiko Diabetes di Pergelangan Tangan, Harga Mulai Rp2,4 Juta

Huawei resmi membawa Watch FIT 5 Series ke Indonesia mulai 21 Mei 2026, dengan fitur pemantauan risiko diabetes berbasis PPG dan ECG pertama di industri, plus akses peta 17.000 lapangan golf dunia.

Huawei mengungkap pengembangan fitur baru pada smartwatch yang diklaim mampu mendeteksi risiko diabetes sejak dini melalui teknologi pemantauan kesehatan non-invasif. Inovasi ini diperkenalkan dalam

Rp2.399.000. Segitu harga masuk untuk smartwatch yang mengklaim bisa bantu analisis risiko diabetes dari pergelangan tangan.

Huawei resmi meluncurkan HUAWEI WATCH FIT 5 Series di Indonesia, tersedia mulai 21 Mei 2026. Dua varian, bukan, hapus itu, FIT 5 Basic dan FIT 5 Pro datang dengan jarak fitur yang lumayan jauh, terutama di sisi kesehatan.

Yang paling bikin penasaran: fitur Diabetes Risk Study di varian Pro. Huawei menyebutnya yang pertama di industri, dan klaim itu tidak kecil. Teknologinya berbasis photoplethysmography (PPG), memantau perubahan aliran darah mikro di pergelangan tangan selama 3 hingga 14 hari, siang dan malam. Data itu kemudian dipadukan dengan profil pengguna, usia, jenis kelamin, tinggi dan berat badan, lalu algoritma mengklasifikasikannya ke tiga kategori: rendah, sedang, atau tinggi. Pengembangannya diklaim melibatkan sejumlah institusi kesehatan di Tiongkok dan Dubai.

Apakah akurasinya setara alat medis klinis? Pertanyaan yang belum ada jawaban pasti. Tapi sebagai screening awal buat pengguna awam, agaknya ada nilai yang bisa diambil, kalau data yang keluar bisa dipercaya.

FIT 5 Pro juga membawa ECG bersertifikat CE, Pulse Wave Arrhythmia Analysis, dan advanced sleep tracking. Paket kardiovaskular yang cukup padat untuk kelas harga di bawah Rp4 juta.

Sisi olahraga tidak kalah agresif. Golf dengan akses lebih dari 17.000 peta lapangan di seluruh dunia, freediving hingga kedalaman 40 meter, offline maps bercakupan global. Untuk trail run, ada fitur checkpoint dan estimasi waktu menuju checkpoint (ETA to checkpoint). Pelari juga dapat running power dan Running Ability Index. Semuanya bisa disinkronkan ke Strava.

Menariknya, Basic tidak ditinggal terlalu jauh. Pulse Wave Arrhythmia Analysis, Scientific Sleep Evaluation, pemantauan emosional multidimensi, lebih dari 100 mode olahraga termasuk tenis, badminton, dan padel, tersedia di kedua varian. Baterai diklaim tahan 10 hari pemakaian normal, atau 21 jam saat dipakai intens seperti trail run.

Dari sisi desain, FIT 5 Pro mengandalkan layar AMOLED 1,92 inci dengan rasio screen-to-body 83%, kecerahan 3.000 nits, casing titanium, dan kaca safir 2,5D. Bobotnya 30,4 gram. FIT 5 Basic sedikit lebih kompak: layar 1,82 inci, kecerahan 2.500 nits, bobot 27 gram. Huawei mengklaim durabilitas naik 130% berkat ceramic coating dan teknologi micro arc oxidation.

64GB penyimpanan. Bluetooth calling. Notifikasi pesan. Kompatibel iOS dan Android. Ditambah integrasi pembayaran LinkAja QR Payment yang segera hadir untuk jaringan Indomaret, Alfamart, dan merchant QRIS CPM.

Selama periode peluncuran 21 Mei hingga 20 Juni 2026, pembeli berkesempatan mengantongi bundel hadiah senilai Rp699 ribu berisi HUAWEI FreeBuds SE 3, satu bulan membership HUAWEI Health+, dan satu bulan HUAWEI Watch Face VIP.

Huawei menyebut dirinya Top 1 Global Wearable Brand. Di segmen Rp2 jutaan hingga Rp3,7 jutaan, persaingannya memang kian sesak. Tapi kalau Diabetes Risk Study ini terbukti cukup andal di tangan pengguna biasa, itu bisa jadi pembeda yang susah diabaikan. Angka yang tidak main-main.