Samsung memang susah ditandingi soal update perangkat lunak, setidaknya kalau dibanding kebanyakan vendor Android lain. Untuk lini flagship terbarunya, raksasa Korea Selatan ini menjanjikan tujuh tahun pembaruan. Kelas menengah? Enam tahun, angka yang masih di atas rata-rata industri.
Tapi ada sisi lain dari cerita ini yang jarang disorot. Perangkat-perangkat yang diluncurkan pada 2021 dan 2022 kini mulai masuk zona berbahaya, di mana masa dukungan resminya hampir habis. Tidak ada lagi One UI baru. Tidak ada lagi patch keamanan bulanan. Nol.
Yang bikin situasi ini pelik: Samsung tidak pernah menerbitkan pengumuman resmi ketika sebuah perangkat masuk daftar pensiun. Tidak ada notifikasi, tidak ada email pemberitahuan. Pengguna yang tidak aktif memantau kebijakan pembaruan Samsung bisa-bisa tidak sadar bahwa ponsel mereka sudah berhenti mendapat perlindungan keamanan selama berbulan-bulan.
Ini bukan soal kenyamanan semata. Kerentanan yang ditemukan setelah masa dukungan berakhir tidak akan pernah ditambal. Ponsel tetap menyala, aplikasi tetap jalan, tapi celah yang ada dibiarkan menganga tanpa ada yang menutupnya. Bagi pengguna yang menyimpan data sensitif di ponsel, skenario ini agaknya lebih serius dari sekadar kehilangan akses ke fitur terbaru.
Secara teknis, perangkat yang sudah end of life tetap berfungsi normal. Bisa telepon, bisa WhatsApp, bisa foto. Yang hilang adalah lapisan perlindungan yang selama ini bekerja diam-diam di balik layar setiap kali Samsung merilis pembaruan keamanan bulanan, pembaruan yang kerap menutup celah yang sedang aktif dieksploitasi. Entah kebetulan atau tidak, begitulah pola yang sudah berulang.
Pertanyaannya, apa yang harus dilakukan? Pertama, cek sendiri status perangkat melalui kebijakan pembaruan resmi Samsung, karena vendor ini tidak akan memberi tahu secara proaktif. Kedua, kalau perangkat memang sudah atau hampir mencapai akhir masa dukungannya, mulailah melirik opsi pengganti, terutama dari lini yang sudah mendapat komitmen tujuh tahun.
Samsung sendiri tengah bersiap meluncurkan Galaxy S26 FE pada September 2026, yang bisa jadi salah satu kandidat bagi pengguna yang butuh perangkat baru dengan siklus dukungan panjang. Tapi apapun pilihan penggantinya, prinsipnya sama: jangan tunggu sampai ponsel lama benar-benar jadi pintu masuk yang terbuka lebar.