Satu hal yang jarang dipikirkan saat orang membeli HP baru: kapan perangkat itu pensiun dari sisi software. Bukan mati total, bukan layar retak, tapi berhenti dapat pembaruan keamanan. Momen itulah yang justru paling berbahaya.
Setiap smartphone punya masa dukungan yang sudah ditentukan sejak awal. Untuk Android, rentangnya lumayan lebar: ada yang cuma tiga tahun, ada yang sampai tujuh tahun. Samsung menerapkan kebijakan berbeda berdasarkan kelas perangkat. Flagship bisa dapat tujuh tahun pembaruan, mid-range lima sampai enam tahun, sementara seri budget hanya empat tahun. Google Pixel 8 ke atas menjanjikan tujuh tahun pembaruan OS dan keamanan. Motorola, sebaliknya, historisnya lebih pelit: sebagian besar perangkatnya cuma dapat dua sampai tiga tahun pembaruan keamanan, dengan satu kali upgrade OS mayor. Tekanan dari regulasi Uni Eropa memang memaksa Motorola menaikkan standar untuk perangkat terbarunya, tapi janji itu terbatas pada patch keamanan saja, bukan upgrade Android penuh.
Lantas bagaimana cara tahu posisi HP kamu sekarang? Ada situs bernama endoflife.date yang lumayan berguna. Buka Pengaturan, masuk ke About Phone untuk tahu model perangkat, lalu kunjungi endoflife.date lewat browser. Pilih kategori Device, cari merek, lalu cari model spesifik. Situs itu menampilkan tanggal rilis, batas akhir pembaruan OS, dan batas akhir patch keamanan. Sistem kode warnanya cukup intuitif: hijau berarti aman, kuning mendekati batas, merah sudah habis. Selesai. Tidak butuh aplikasi tambahan, tidak butuh akun.
Untuk iPhone, Apple tidak mempublikasikan tanggal end-of-life secara eksplisit seperti produsen Android. Yang ada hanya klasifikasi Vintage untuk produk yang berhenti didistribusikan lebih dari lima tahun lalu, dan Obsolete untuk yang lebih dari tujuh tahun. iOS 27 yang dijadwalkan hadir musim gugur ini masih bisa berjalan di iPhone 11 yang rilis September 2019. Tapi fitur Apple Intelligence hanya tersedia di iPhone 15 Pro ke atas, yang artinya iPhone SE 2020, iPhone 11, 11 Pro, dan 11 Pro Max besar kemungkinan akan mendapat pembaruan terakhir mereka di iOS 27 ini. iPhone 12 dan 13 agaknya masih punya beberapa tahun lagi. Satu catatan yang cukup tidak biasa: pada Mei 2026, Apple merilis patch keamanan yang menjangkau iOS 15 hingga iOS 18, termasuk untuk perangkat setua iPhone 6s yang rilis 2015. Standar industri jarang sebaik itu.
Kembali ke pertanyaan dasarnya: seberapa bahaya sebenarnya memakai HP yang sudah habis masa dukungannya? Perangkat tidak akan mati mendadak. Telepon, WhatsApp, YouTube, semuanya masih jalan. Masalah mulai muncul ketika aktivitasnya menyentuh data sensitif: mobile banking, belanja online, menyimpan kata sandi di aplikasi. Celah keamanan yang tak ditambal itu nyata, dan pelaku kejahatan siber tahu persis mana perangkat yang sudah tidak lagi terlindungi. Ini bukan skenario paranoid. Begitulah cara kerja malware modern.
Kalau HP sudah masuk zona merah tapi anggaran upgrade belum ada, mitigasinya sederhana: tetap update aplikasi selama masih bisa, hindari Wi-Fi publik, jangan install APK dari luar Play Store, dan ekstra waspada terhadap tautan yang masuk lewat email atau SMS.
Tapi saran paling jujur tetap ini: ponsel yang tidak lagi didukung adalah liabilitas, bukan sekadar ketidaknyamanan. Mengetahui status perangkat sendiri adalah langkah pertama. Yang kedua, bertindak sesuai informasi itu.